42.429 Pecandu Narkoba yang Direhabilitasi 70 Persen Warga Sumatera

Panyabungan (Start News) – Sebanyak 42.429 orang pecandu narkoba yang direhabilitasi sejak tahun 2015 sampai Juli 2016 yang tersebar di seluruh tempat rehabilitasi yang dikelola oleh BNN di Indonesia ,70 persen dari mereka adalah warga Sumatera.

Hal ini terungkap dalam pidato Kepala BNN Budy Waseso yang dibaca Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol.Drs.Andy Leodiyanto dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang dilaksanakan di Tapian Siri-Siri Syariah Mandailing Natal, Sumatera Utara Rabu 28 September 2016.

Dalam pidato yang dibacakan Brigjen Pol. Drs. Andy Leodiyanto, dari tahun 2015 sampai bulan Juli 2016, BNN dalam melakukan tes urine kepada 186.533 orang, yang teridentifikasi positif narkoba sebanyak 1.175 orang atau sekitar 0,63 persen.

Selain itu, dalam pemberantasan tercatat sejak tahun 2015 sampai Juli 2016, BNN telah berhasil mengungkap 1.015 kasus kejahatan Narkotika baik yang ditangkap BNN pusat Maupun BNN Provinsi atau Daerah dengan tersangka 1.681 orang.

Pada kurun waktu yang sama juga sudah terungkap kasus pencucian uang dari hasil transaksi narkotika dengan nilai aset yang di rampas sebesar RP.142.058.158.337 berdasarkan hasil informasi dari PPATK, saat ini sedang dilakukan proses penyelidikan oleh BNN adanya dugaan transaksi mencurigakan hasil dari kejahatan narkotika sebesar 3,6 triliun.

Dalam upaya pemberantasan jaringan nsrkotika baik Nasional dan Internasional, BNN telah berhasil menangkap 72 jaringan nasional dan internasional yang terdiri dari jaringan Malaysia, Tiongkok, China, Afrika Barat, Timur Tengah, Pakistan, dan jaringan spesialis ganja Bagpin alias Arifin. Barang bukti yang berhasil disita sebanyak 2,8 ton jenis sabu, extasi sebanyak 707.680 butir serta ganja 4,1 ton dan lahan ganja seluas 69 hektar.

Peringatan Hari Anti Narkotika Nasional ini ditandai dengan penandatangan MOU dengan Pemerintah Daerah dan unsur Muspida serta OKP, KNPI dan Pelajar Mandailibg Natal.

Selain itu, peringatan Hari Anti Narkotika ini juga disertai dengan pembacaan ikrar pelantikan penggiat anti narkoba Mandailing Natal yang terdiri dari pelajar, tokoh masyarakat, ulama, pemuda, yang dikukuhkan langsung oleh kepala BNN Propinsi Sumatera Utara Brigjen Pol. Drs. Andy Leodiyanto.

42-429-pecandu-narkoba-yang-direhabilitasi-70-persen-warga-sumatera-2

Brigjen Pol. Drs. Andy Leodiyanto dalam sambutanya mengatakan terimakasih pada Pemerintah Daerah yang terus proaktif dalam memberantas Narkoba.

Kapolri kata Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara telah memberikan Perintahkan Kepada BBN  untuk Fokus pada pembasmian Narkoba Jenis Ganja di Mandailing Natal Sumatera Utara.

Upaya pencegahan saat ini menjadi konsentrasi BNN dalam memerangi Peredaran Narkotika di Indonesia ini. Karena Indonesia sudah masuk kategori Fase Darurat, demikian papar Andy Leodiyanto.

Andy Leodiyanto berharap, Madina jangan jadi kampung narkoba karena Mandailing Natal merupakan mayoritas muslim. untuk itu, Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara ini berharap semua elemen bersatu, Pemangku agama menjadi salah satu corong memberikan pencerahan bagi masyarakat terutama Pemuda.

Kepala BNN Sumut berpangkat Brigjen ini juga memberikan apresiasi terhadap TNI yang terus ikut andil dalam memberantas ladang Ganja yang ada di Mandailing Natal.

Dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional  ini, turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal, ketua DPRD Mandailing Natal, Dandim 0212/TS, Kapolres Madina dan Pejabat SKPD Pemerintah Daerah Mandailing Natal.

Reporter:  Hanapi Lubis

Manager Program & Pemberitaan : Hendra Ray

Admin : Ade

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...