43 Alat Listrik Tenaga Surya di Desa Sopo Batu Dianggap Proyek Gagal

Panyabungan, StArtNews- disaat orang protes terhadap kenaikan dasar listrik di negara ini, di sebuah desa di Kabupaten Mandailing Natal justru tak peduli terhadap hal tersebut, karena memang, sejak kampung tersebut berdiri, warga desa belum pernah menikmati fasilitas penerangan dari perusahaan listrik negara.

Desa Sopo Batu namanya, sebuah desa di Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Desa ini memang berada di perbukitan, namun akses jalan ke desa ini sudah ada meski harus dilewati kendaraan roda empat tertentu.

Untuk menerangi rumah-rumah warga ketika malam hari, mereka terpaksa membeli mesin genset yang sudah barang tentu membutuhkan biaya banyak, itupun hanya bagi warga yang kelasnya mampu, bagi warga yang memang tidak mampu membeli genset, mereka terpaksa hanya menggunakan lampu teplok saja.

Warga desa bukannya tidak pernah mendapat fasilitas bantuan listrik dari pemerintah, namun sebanyak 43  alat  pembangkit listrik program pemerintah daerah  yang awalnya menjadi harapan bagi warga desa sopo batu ternyata hanya proyek gagal, karena alat pembangkit listrik tenaga surya bantuan pemerintah daerah tersebut hanya mampu mengeluarkan energi listrik selama dua jam saja, sebagian alat bahkan mengalami kerusakan karena tidak adanya perawatan. Alhasil warga tetap menggunakan genset dan lampu teplok, sementara proyek tenaga surya milik pemerintah dianggap proyek gagal.

Abdul Majid salah seorang warga desa mengaku sudah setahun terakhir tak lagi menggunakan alat listrik tenaga surya bantuan pemerintah tersebut karena hanya dua jam saja mampu mengeluarkan energi listrik.

Sementara itu, Suspenson Simatupang kepala rayon PLN Panyabungan menjelaskan, hingga kini pihaknya masih berupaya mencari lahan untuk dibebaskan agar akses jaringan listrik bisa masuk ke desa tersebut kemudian ada 36 desa di wilayah Mandailing Natal yang mengalami hal yang sama, termasuk salah satunya desa Sopo Batu.

Camat Panyabungan Kota,  Sejarah Hakim  juga mengaku, tingginya harga lahan yang mau dibebaskan menjadi  kendala selama ini, dia berharap Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran APBD untuk pembebasan lahan, sehingga pihak perusahaan listrik negara bisa memasukkan jaringan listrik ke desa Sopo Batu tersebut.

Reporter : Hasmar Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...