Ada Tradisi Makan Bareng Satu Kampung di Desa Pastab Julu

Panyabungan.StArtNews- Desa Pastab Julu yang terletak di bagian Barat, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara memiliki tradisi yang dilestarikan dari turun temurun sejak puluhan tahun silam. Trades  itu dinamakan trandisi Makan bersama satu kampung sebagai ungkapan rasa syukur warga atas panen padi yang melimpah dan masuknya musim tanam baru.

Kegiatan ini biasanya dilakukan usai panen raya padi dan masa masuknya musim tanam.

Biasanya, tradisi makan bersama satu kampung tersebut dilakukan di Mesjid raya Desa itu. Mulai dari anak-anak sampai orang tua ikut serta memeriahkan tradisi tersebut.

Uniknya, tradisi makan bersama satu kampung ini tidak memiliki pilihan menu masakan yang banyak seperti tradisi tradisi syukuran di daerah lain di indonesia. Setiap kepala keluarga hanya membawa ayam panggang beserta nasi kuning untuk disumbangkan ke panitia pelaksana kegiatan. Ayam Panggang dan Nasi Kuning yang diserahkan  setiap kepala keluarga tersebut akan dikumpulkan jadi satu untuk bersama-sama disantap oleh warga. Namun sebelum acara makan bersama dilaksanakan, warga terlebih dahulu melakukan wirid yasin sebanyak 41 kali. Sebagai tanda Syukur atas Nikmat dan Hidayah serta rezeki yang diberikan sang pencipta.

Lutan tokoh masyarakat Desa Pastab Julu pada StArtNews mengatakan, awalnya tradisi ini dari nenek moyang mereka dulu. Pada saat itu kata Lutan, Desa Pastab mengalami gagal panen selama bertahun-tahun, wabah penyakit  misterius menyerang tanaman padi warga. Bahkan tidak hanya itu, warga pun diserang penyakit aneh yang membuat warga desa tidak bisa berusaha.

Pada saat itu cerita Lutan, para leluhur mereka mengadakan syukuran seperti yang saat ini dilestarikan sebagai bentuk tolak bala dan rasa syukur atas segala sesuatu yang diberikan sang pencipta.

Sementara itu, Ali Musa Manto Lubis Kepala Desa Pastab Julu pada StArtNews mengatakan tradisi makan bersama ini biasa dilakukan dua kali dalam setahun pada saat musim panen karna dalam setahun, warga melakukan panen sawah sebanyak dua kali.

Selaku Kades setempat, sangat mendukung dan akan terus melestarikan tradisi-tradisi warga karena memang tradisi warga ini akan seiring nantinya dengan program desa yang akan menjadikan Desa Pastab menjadi Eko Wisata Mandailing Natal. Hanya saja kata Alimusa Manto Lubis, peran Pemerintah Daerah sangat di butuhkan dalam hal mensukseskan program Desa eko Wisata ini, artinya Pemerintah harus memang melakukan pendampingan anggaran seperti perluasan jalan menuju desa dan fasilitas pendukung lainnya sehingga warga luar yang hendak melirik keindahan alam desa Pastab Julu ini bisa dengan mudah menuju desa.

Reporter : Anwar

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...