Akhirnya, Jembatan Pulo Godang Bisa Dilewati

START NEWS – TAPSEL – Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu meresmikan jembatan gantung (rambin) Pulo Godang di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Rabu (1/6).

Rambin tersebut merupakan bagian dari bangunan fisik yang dana pembangunannya berasal dari CSR Tambang Emas Martabe, yang diterima Pemkab Tapsel dari perusahaan pertambangan emas tersebut.

Selain rambin dengan panjang 174 meter, Tambang Emas Martabe juga menyerahkan bangunan fisik lainnya dari CSR kepada Pemkab. Yaitu mobil pemadam kebakaran berkapasitas 4000 liter, Masjid Raya Al-Jihad seluas 900 meter persegi dan pipa distribusi air bersih sepanjang 10 kilometer.

Senyum bahagia terpancar di wajah masyarakat Pulo Godang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel setelah diresmikannya jembatan tersebut. Wajar mereka bahagia. Karena untuk menyeberangi Sungai Batangtoru, tidak lagi melintasi derasnya arus sungai dengan menggunakan sampan.

Memang, fenomena bersampan menyeberangi sungai sudah hal biasa bagi warga selama kampung tersebut berdiri. Warga di daerah itu harus naik sampan agar bisa keluar maupun datang ke desa itu.

“Kami sangat senang, karena kami tidak perlu lagi naik perahu untuk pergi ke kampung,” ujar Iskan Pardede, salah seorang tokoh masyarakat pada peresmian rambin yang diberi nama Martabe di Pulo Godang, Rabu (1/6).

Diceritakan, selama puluhan tahun, ratusan masyarakat di desa itu harus menyeberang sungai dengan menggunakan sampan. Saat musim hujan, biasanya warga enggan keluar kampung karena debit Sungai Batangtoru semakin meningkat dan kerab mambahayakan.

”Kalau hujan, kami takut menyeberang. Karena sampan yang kami tumpangi bisa hanyut. Soalnya ukurannya (sampan) kecil,” ucapnya.

Selama ini, untuk satu kali penyeberangan, warga dikenakan biaya sebesar Rp3 ribu. Dengan keberadaan rambin tersebut, maka warga dapat menghemat pengeluaran.

Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut dianggap penting untuk memutus rantai keterisoliran warga di desa itu.“Kalau dahulunya harus naik perahu, sekarang naik sepedamotor saja sudah bisa,” kata bupati.

Jembatan tersebut juga diyakini sangat berperan penting dalam upaya peningkatan perekonomi masyarakat. Alasannya, masyarakat akan lebih mudah memasarkan hasil bumi.“Padahal selama ini, warga sangat kesulitan untuk menjual hasil bumi karena masalah pengangkutan,” sebutnya.

Sementara Presiden Direktur PT AR Tim Duffy yang turut hadir pada peresmian itu mengatakan, pembangunan jembatan tersebut sebagai bukti bahwa bakti perusahaan kepada masyarakat melalui program CSR.

”Biaya pembangunan jembatan ini sebanyak Rp2 miliar,” katanya melalui penerjemah.  Diungkapkannya, selain pembangunan jembatan, PT AR juga sudah menyerahkan masjid kepada masyarakat di Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapsel.

Manager Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe Latif Supriadi mengatakan, Tambang Emas Martabe menyerahterimakan empat proyek CSR ke Pemkab Tapsel yakni Rambin Martabe di Pulo Godang sepanjang 174 meter yang mampu menahan beban hingga 1 ton dengan biaya hampir Rp2 miliar.

Rambin itu sebagai akses transprotasi masyarakat menuju persawahan Pulo Godang dengan luas sekitar 250 hektare, mengingat selama ini masyarakat hanya bisa memakai perahu atau sampan  untuk menyeberang sungai Batangtoru. Sehingga dengan dibangunnya jembatan itu, diyakini akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Sumber : MetroTabagsel.Com

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...