Akibat Kebakaran, Pasokan Kayu Hutan untuk Industri Turun 29%

Meski kasus kebakaran hutan di beberapa titik di wilayah Kalimantan dan Sumatera telah mereda, namun kerusakan alam akibat kebakaran ini membutuhkan pemulihan yang cukup lama.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto, mengatakan pembakaran hutan selama ini sebenarnya lebih banyak diperbuat para perambah hutan.

Perusahaan yang melakukan pengelolaan hutan sebagai bagian dari proses produksinya tidak dapat menguasai dan mengontrol segala tindakan di luar lahan perusahaan.

“Kami menjadi korban dari tuduhan pembakaran hutan ini padahal yang ilegal itu banyak. Masyarakat memang melakukan pembakaran, tapi cari tahu siapa dalang di belakang mereka. Dalang itulah yang selama ini melindungi dan membiayai pembakaran hutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/11/2015).

APHI mencatat akibat kebakaran hutan ini pasokan kayu hutan tanaman industri (HTI) kuartal III turun 29 persen menjadi 6,56 juta meter kubik (M3) dibandingkan dengan kuartal II sebanyak 9,26 juta meter kubik.

MUSIK & INFORMASI SIANG – Sementara itu, Wakil Komandan Satgas Darat Kebakaran Hutan dan Lahan Letkol Wahyu mengatakan, di sekitar areal bekar kebakaran, ternyata ditemukan kawasan pembalakan liar ini terjadi sepekan lalu setelah tentara menemukan jalan rintis berbahan kayu yang tertutup pohon-pohon besar.

“Jika tidak dilakukan pemantauan langsung dengan berjalan kaki maka tidak bisa ditemukan kawasan pembalakan liar ini, karena jika dipantau dari udara, tidak bisa terlihat. Jalan ini tertutup rimbunnya hutan,” kata dia.

Menurut Wahyu, pihaknya menemukan tenda-tenda yang sudah ditinggalkan pembalak, termasuk beberapa unit sepeda motor yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut kayu. “Kasus ini terus dikembangkan, dan sudah dilaporkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, adanya temuan kawasan pembalakan liar ini, setelah data citra satelit BNPB menunjukkan munculnya titik api baru di kawasan mineral, yang merupakan bukan lahan gambut.

Setelah ditelurusi petugas Satgas menemukan kawasan pembalakan liar. Api bersumber dari pembakaran jerami, dan sisa-sisa ranting dari pohon yang sudah dipotong oleh pelaku illegal logging.

Selain memantau secara langsung, TNI kini juga fokus memberikan sosialisasi ke warga terutama di kawasan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yaitu Cengal, Pedamaran, dan Sungai Menang, untuk mengingatkan agar tidak membakar lahan untuk tujuan pembersihan.

1.000 orang personel TNI dari Mabes TNI masih bersiaga di Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan llir. Sedangkan total personel jika digabung dengan personel TNI di daerah menjadi 2.328 orang.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...