Akibat Musim Hujan, Beberapa Daerah Terjadi Longsor dan Banjir

Terlihat antrian kenderaan menunggu sampai petugas selesai membersihkan material longsoran dari badan jalan.

Terlihat antrian kenderaan menunggu sampai petugas selesai membersihkan material longsoran dari badan jalan.

Panyabungan – StArtNews  Hampir satu minggu, seluruh wilayah Kabupaten Mandailing Natal diguyur hujan sehingga terjadi longsor dan banjir, seperti yang terjadi di wilayah Batang Natal dan Kecamatan Hutabargot.

Pantauan, Senin (17/10) jalan menuju wilayah Pantai barat Madina terlihat beberapa titik terjadi longsor sehingga mengakibatkan kemacetan.

“banyak titik longsor sehingga mengakibatkan badan jalan tertutup, namun saat ini petugas di wilayah terjadi longsor sedang membersihkan material longsor,” akui Yusuf salah seorang supir angkot.

Diakuinya, antrian mobil tidak begitu panjang, dikarenakan adanya petugas yang mengatur kenderaan.” kita tidak begitu lama menunggu antrian, karena kenderaan begitu teratur sehingga masyarakat tidak terganggu perjalanannya,” katanya.

Dari pengakuan masyarakat yang berasal dari wilayah Pantai barat madina, mengungkapkan saat terjadinya turun hujan terutama dalam pekan ini termasuk begitu panjang sehingga mengakibatkan terjadi longsor.

“Saat ini memang banyak longsor terutama dari jembatan Merah – menuju Desa Sopo Tinjak ( batang Natal ), dan saat ini memang longsoran tanah yang menutupi badan jalan tidak begitu banyak,” kata Supri.

Banjir merendam lahan pertanian masyarakat

Banjir merendam lahan pertanian masyarakat

Selain longsor, banjir juga menimpa Desa Simalagi Kecamatan Hutabargot, banjir disebabkan meluapnya sungai ( Aek ) Poring. Banjir yang ada di wilayah ini mengakibatkan lahan pertanian warga terendam. Begitu juga desa – desa seberang Batanggadis seperti Soposorik mengalami hal sama banjir merendam lahan pertanian.

“memang banjir yang terjadi kemarin tidak memasuki areal perkampungan akan tetapi areal pertanian yang ada di wilayah ataupun disekitar sungai Koring terendam dan mengakibatkan kerugian,” kata Mahmud Pulungan Warga Simalagi.

Diakui Mahmud, para petani yang ada di wilayah Desanya dan sekitarnya baru saja melaksanakan musim tanam beberapa minggu terakhir ini.

“Akibat banjir seluruh padi yang kita tanam terendam banjir, dan mengakibat kerugian,” katanya.

Reporter         : Z Ray

Editor              : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...