Aliansi Masyarakat Mandailing Peduli Sorik Merapi Demo Tolak SMGP

Terlihat masyarakat yang kebanyakan Ibu -ibu mendengarkan penjelasan Sekdakab Madina terkait PT. SMGP yang ditolak warga.

Terlihat masyarakat yang kebanyakan Ibu -ibu mendengarkan penjelasan Sekdakab Madina terkait PT. SMGP yang ditolak warga.

Panyabungan.StArtNews  – Ratusan masyarakat yang terdiri dari ibu – ibu yang merupakan masyarakat kecamatan Puncak Sorik Merapi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Mandailing Peduli Sorik Merapi kembali mendatangi kantor Bupati Madina, Kamis (17/11).

Masyarakat ini mendatangi kantor Bupati Madina dikarenakan banyaknya permasalahan yang ditimbulkan oleh Perusahaan Panas Bumi PT. Sorik Merapi Geothermal Power (PT.SMGP ) yang telah diakuisisi oleh Perusahaan mayoritas sahamnya oleh KS. ORKA yang dinilai sangat merugikan masyarakat khususnya masyarakat yang berdomisili disekitar wilayah kerja pertambangan tersebut.

Salah satu koordinator aksi Abdul Rahman, dalam orasinya menyampaikan bahwa sejak perusahaan berdiri pada tahun 2010, masyarakat tetap konsisten menolak kehadiran perusahaan. Sebelum pada 09 Desember 2014 izin usaha pertambangan PT. SMGP telah dicabut oleh Bupati Madina akibat tuntutan belasan ribu masyarakat yang turun ke Jalinsum hingga menyebabkan jalan lumpuh total selama 17 jam.

“setelah dikeluarkan kembali izin Panas Bumi oleh Pemerintah Pusat pada 2015 dan takeover pada 2016  dari perusahaan Original Tata Power ( OTP ) Australia/India keperusahaan KS. ORKA yang mayoritas sahamnya dari china hingga saat ini terus bergejolak ditengah – tengah masyarakat yang menganggap perusahaan KS. ORKA bahkan jauh lebih kejam dari pada perusahaan sebelumnya,”ungkapnya.

Diutarakannya, pihaknya yang datang yangmayoritas kaum ibu, mendesak Pemkab Madina harus tegas dan segera menggugat persoalan dan jaminan perusahaan senilai $10 juta atau setara Rp.130 Milyar yang sekarang tidak diketahui kemana rimbanya, sebagai bentuk sikap Pemerintah Daerah yang tegas dan tidak plin plan, “kita juga mendesak Pemkab Madina dan pihak kepolisian untuk segera menertibkan danmembongkar segala jenis peralatan milik PT. SMGP yang dipergunakan untuk mengeksploitasi air karena dianggap mengancam ribuan hektar lahan pertanian,”katanya.

Selanjutnya, katanya mendesak Pemkab madina dan kepolisian  untuk menindak perusahaan, karena telah melakukan pengeboran tanpa izin dan dilakukan secara diam – diam, serta segera diusut masalah kecelakaan kerja karyawan PT. SMGP yang seolah – olah ditutup-tutupi oleh perusahaan karena menurut informasi yang beredar terjadi kecelakaan kerja hingga menimbulkan korban jiwa.

“Kita juga meminta kepolisian, imigrasi dan Pemeirntah untukmengamankan tenaga kerja asing di PT. SMGP bahkan menurut informasi yang beredar menyebutkan ada pekerja Illegal china yangberada di lokasi perusahaan,”katanya.

Sekretaris Daerah, Drs. Safeii Lubis di hadapan massa Aliansi masyarakat mengatakan kedatangan mereka di Kantor Bupati madina sangat baik namun berhubung Bupati Madina sedang ada tugas luar maka tidak bisa bertemu dengan masyarakat.

“seluruh pernyataan sikap dari Aliansi masyarakat Mandailing Peduli Sorik Merapi ini akan saya sampaikan kepada pak Bupati, dan kami meminta kepada perwakilan untuk bisa hadir pada hari Senin untuk menindaklanjutinya. “pinta Sekda

Setelah mendengar jawaban dari Sekdakab Madina tersebut maka Aliansi Masyarakat mandailing peduli Sorik Merapi menyampaikan terima kasih dan melanjutkan aksi Demonya ke DPRD Madina. (Z Ray)

Reporter : Z Ray

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...