AMPHL Minta Aparat Penegak Tutup Tambang Ilegal Di Naga Juang.

unnamedPanyabungan (Start FM) –  Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hutan dan Lingkungan  (AMPL) Kabupaten Mandailing Natal  Senin, (29/8) adakan  aksi unjuk rasa  di 4 Instansi yang ada dikabupaten Mandailing Natal yakni  Kantor Taman Nasional Batang Gadis, Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Energi serta gedung  DPRD Kabupaten Mandailing Natal.

Puluhan para pengunjuk rasa ini  mendesak  aparat penegak hukum untuk segera menutup dan menindak tegas oknum pelaku tambang emas ilegal yang beroperasi di Tor Sihayo dan Sambung Naga Juang Kecamatan Naga Juang Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal.

Koordinator lapangan, Sahrul Aripin Nasution dalam pernyataan sikapnya  mengatakan  dampak dari kegiatan tambang ilegal ini  sudah mulai dirasakan oleh warga, untuk itulah kami dari wadah AMPL meminta kepada penegak hukum untuk   menindak tegas  para panitia tambang dan pelaku tambang ujar Sahrul.

Dikatakan Sahrul,  selain mengakibatkan longsor, banjir serta pencemaran lingkungan juga  mengakibatkan  kecelakaan  yang bisa berdampak pada kematian kepada masyarakat luas.

“ Untuk itulah kami meminta kepada Taman Nasional Batang Gadis, Dinas pertambngan dan Energi Dinas Kehutanan untuk segera melakukan penertiban aktifitas tambang tersebut” Sebut Sahrul.

Selain itu DPRD Madina juga diminta  untuk segera menyikapi dan membahas tentang semua segala perusakan hutan dan tambang ilegal yang berada diperbukitna totr Sihayao dan sambung tersebut

 “ Kami meminta kepada Polres Mandailing Natal  untuk menidak tegas pelaku perusak atau pengurus panitia ilegal tambang mas dikecamatan Nagajuang sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku” Ujar Sahrul.

Dari pantauan  Start FM dilapangan aksi unjukras para warga ini berjalan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian  Polres Mandailing Natal

Reporter : H Nasution

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...