Anggota DPRD Bolos Studi Banding, Diduga Digantikan oleh Staf DPRD

Panyabungan.StArtNews- Manipulasi Kehadiran Peserta Bintek DPRD Mandailing Natal pada bulan yang lewat di Jakarta ,  tercium lewat informasi yang diperoleh Reporter StArtNews Abdul Waris Rangkuti  dari gedung DPRD Mandailing Natal.

Sebulan lewat tepatnya pada tanggal 11- 14 mei 2017, sejumlah tenaga Honorer  dan Staf DPRD Mandailing Natal ikut mendampingi anggota DPRD mandailing Natal ke Jakarta dalam rangka mendampingi peserta Bintek DPRD yang berlangsung di Hotel Orchardz Jayakarta Jakarta dengan Thema, “Pengembangan Sistem Teknologi Informasi, Pemantauan Tindak Lanjut (STIPTL) Menjadi Sarana Komunikasi Dua Arah Antara BPK dengan Entitas Pemeriksaan Terkait”.

Informasi yang didapat dari sejumlah staf DPRD Mandailing Natal ternyata keikutsertaan sejumlah Staf dan tenaga honorer DPRD Mandailing Natal tidak hanya sebagai pendamping saja, namun kehadiran mereka ternyata dimanfaatkan untuk ikut serta sebagai peserta Bintek menggantikan anggota DPRD Mandailing Natal yang diduga Bolos.

Dari Percakapam Reporter StArtNews Abdul Waris Ray dengan salah seorang Staf DPRD yang dirahasiakan namanya mengaku, ada sakitar 8 orang anggota DPRD Mandailing Natal yang tidak mengikuti Bintek saat itu, ke delapan orang tersebut merupakan kelompok 14 yang dilaksanakan kegiatannya di  Hotel Orchardz Jayakarta Jakarta dari tanggal 11- 14 mei 2017.

Dari 8 orang yang tidak mengikuti Bintek tersebut, hanya dua orang saja yang namanya dibocorkan yakni HBN, SH, dan ARN , keduanya memang tidak berangkat ke Jakarta karena alasan tertentu yang tidak bisa ditunda.

Namun, dari penuturan Staf DPRD tersebut, “ketika anggota DPRD tersebut berhalangan hadir dalam agenda Bintek tenaga honor dan Stfa lah yang dimanfaatkan untuk menandatangani absensi anggota DPRD yang tidak hadir, sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan tetap saja seolah-olah dihadiri anggota DPRD. Tiap Staf yang menggantikan dikabarkan mendapatkan Rp.1.500.000 sebagai uang terimaksihnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi HBN, SH pada tanggal 17/5 lalu lewat SMS, seputar kehadirannya dalam mengikuti Bintek, HBN, SH mengatakan bahwa dia tidak berhak menjawabnya karena dia tidak ikut dalam Surat Perintah Tugas (SPT), karna jadwalnya berbenturan sama kegiatan acara organisasi  KAHMI. HBN, SH  juga mengakui belum ada terima Uang Binteknya alias tidak diambil.

Sebagai bahan informasi bagi masyarakat, dari data yang diperoleh StArtNerws bahwa setiap anggota DPRD yang mengikuti Bintek DPRD Ke Luar Kota, Pemerintah mengeluarkan anggaran senilai Rp.16.000.000. Anggaran tersebut belum termasuk transportasi, pengbinapan dan lainnya.

Ketua Dewan Ibu Hj. Leli Artaty, S.Ag yang juga anggota DPRD Mandailing Natal yang diminta komentarnya seputar hal  itu adanya sekitar 7 (8) anggota dewan yang tidak ikut mengikuti Bintek pada tanggal 11-14 Mei 2017 dari kelompok 14 di Hotel Orchardz Jayakarta Jakarta bahkan ada indikasi menyuruh para staf dewan untuk hadir sebagai pengganti.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Mandailing Natal Lely Hartaty dan Wakil Ketua Harmen Syah, keduanya berkelip dan mengelak, mereka hanya menyampaikan yang mengetahui masalahya tersebut hanyalah Kabag Risalah DPRD Mandailing Natal dan Sekwan.

Sebagai informasi bahwa di DPRD Madina ada dua kubu, yakni ada kubu 14 terdiri dari 5 orang dari Fraksi/Partai Demokrat, 4 orang dari Fraksi/Partai Gerindra, 3 orang dari Partai Nasdem dan 2 orang dari Partai PDI-P dengan ketuanya Wakil  Ketua DPRD Harminsyah Batubara dari Fraksi/Partai Demokrat. Sementara dari kubu 25 ada dari Fraksi/Partai Hanura 7 orang, 4 orang dari Fraksi/Partai PKB, 5orang dari Fraksi/Partai Golkar, 3orang dari Partai PPP, 2 orang dari Partai PKPI dan 3 orang dari Partai PAN, namun kendati kedua kubu ini berselisih faham tetap mendukung Bupati sepenuhnya. Perselisihan faham ini sudah berlangsung sepanjang dua tahun terakhir ini.
Reporter : R Ray

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...