Bahrain, Sudan, dan UEA Bersekutu dengan Saudi Lawan Iran

6MUSIK & INFORMASI SIANG Bahrain, Sudan, dan Uni Emirat Arab bergabung dengan Arab Saudi untuk menentang Iran setelah penyerangan terhadap kedutaan Saudi di Teheran. Penyerangan ini terjadi setelah dijatuhkannya eksekusi terhadap seorang Syiah, Sheikh Nimr al-Nimr. Pada Ahad lalu, Arab Saudi telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran dan meminta diplomat Iran untuk pergi dalam waktu 48 jam.

Hal serupa juga dilakukan oleh Bahrain dan Sudan. Bahrain juga meminta diplomat Iran untuk meninggalkan Manama dalam waktu 48 jam. Diplomat Bahrain sendiri juga segara ditarik untuk meninggalkan Teheran. Sedangkan Sudan mengatakan telah memutuskan hubungan diplomatiknya. Bahkan Sudan mengumumkan bahwa ia mengusir duta besar Iran ke Khartoum.

Bahrain dan Sudan dengan cepat mengambil reaksi yang sama dalam memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran. Langkah yang sama juga diambil oleh Uni Emirat Arab. Pemutusan hubungan diplomatik ini terjadi di tengah perselisihan pelaksanaan eksekusi ulama Syiah terkemuka oleh pemerintah Saudi. Hal ini telah menimbulkan kecaman internasional yang luas.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa ia telah memutuskan hubungan dagang dengan Iran melarang warga negara Iran datang ke negaranya. Namun, dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh Reuters, Al-Jubeir juga mengatakan bahwa ia tidak akan melarang peziarah Iran bepergian ke tempat-tempat suci di Mekah dan Madinah.

Aksi demonstran yang membakar kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat di kota Iran lain, Mashhad justru dikecam balik oleh sejumlah negara. Bahkan, hal tersebut dinilai telah mengalihkan perhatian terhadap eksekusi yang dijatuhkan terhadap Sheikh Nimr al-Nimr dan 46 orang lainnya.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...