Bentrok Suporter, Menpora Minta Klub Ikut Dihukum

7MUSIK & INFORMASI SIANG- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan perlu ada regulasi yang mengatur bahwa jika ada kelompok suporter tertentu membuat kekacauan, yang dikenakan hukuman bukan saja suporternya tetapi juga klub yang didukung oleh mereka. Pernyataan itu merespon peristiwa bentrok antara Aremania dan Bonek di Sragen yang menyebabkan dua orang Aremania tewas beberapa waktu lalu.

Menurut Nahrawi, suporter dan klub merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. “Klub, sponsor, dan suporter adalah satu kesatuan,” ujarnya, Selasa, 22 Desember 2015. Karena itu dibutuhkan pembinaan kepada klub-klub yang ada di Indonesia.

Sebelumnya, suporter Arema Malang yang menamakan dirinya Aremania, diserang oleh kelompok Bonek yang disinyalir merupakan suporter dari klub Surabaya United. Dua korban tewas tersebut bernama Eko Prasetyo dan Slamet. Eko tewas akibat luka di kepala karena dipukul menggunakan batu paving, sedangkan Slamet akibat tusukan benda tajam.

Peristiwa itu terjadi saat mereka hendak menyaksikan pertandingan antara Arema melawan Surabaya United di Yogyakarta pada pagelaran turnamen Piala Sudirman, Sabtu, 19 Desember 2015 lalu. Kala itu bus yang ditumpangi Aremania berhenti sebuah SPBU Sragen. Saat itu tiba-tiba sekelompok orang menyerang mereka.

Secara terpisah, seorang tokoh di kelompok Bonek menyangkal penyerangan dilakukan kelompoknya. Menurutnya, Bonek adalah suporter Persebaya Surabaya, sedangkan yang akan main di Sragen saat itu adalah Surabaya United. “Jadi, itu bukan kami, bukan Bonek,” katanya.

Selain itu, keberangkatan Bonek ke Sleman hingga berujung pengeroyokan itu tidak ada koordinasi dengan para Dedengkot Bonek yang ada di Surabaya, padahal biasanya kalau Bonek ingin mendukung Persebaya Surabaya ke luar daerah biasanya selalu berkoordinasi. “Nah, ini sekarang tidak ada koordinasinya sama sekali,” kata sumber itu.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...