BPJS Tunggak Biaya jasa Medis 15,4 Milyar Ke RSUD Panyabungan

Panyabungan.StartNews-“ Rasa prihatin yang mendalam kami sampaikan kepada pemegang kebijakan di Negara Indonesia yang kita cintai ini, kami sampaikan , dari Bulan Pebruari 2018 hingga saat ini September 2018,   Pihak BPJS belum membayar Jasa Medis kepada Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan senilai kurang lebih 15,4 Milyar. Namun kami tetap melayani pasien yang datang membutuhkan pertolongan , sebagai bentuk tanggung jawab dan sumpah jabatan kami “ kata kata ini tertulis dalam sebuah sepanduk yang di gantung di pintu gerbang  Ruang Instalasi Gawat Darurat atau IGD Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan pada jumat 14/09 . Diduga Sepanduk tersebut dibuat sebagai bentuk Protes kepada pihak BPJS yang sampai saat ini belum membayar jasa medis ke RSUD Panyabungan.

BPJS memang dianggap manjadi salah satu dewa penolong bagi warga Indonesia yang sakit, bagi mereka yang memiliki Kartu BPJS dan tetap membayar yuran setiap bulan, tentu ketikahendak berobat ke RSU, dengan modal Kartu tersebut, dipastikan si Pasien tidak lagi dipungut biaya apapu , namun ternyata kondisi terbalik terjadi, justru BPJS terkesan kelabakan untuk membayar Jasa Medis ke pihak RSU.

Menanggapi hal sepanduk yang terpampang di RSUD Panyabungan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal, Dr.Syarifuddin Nasution pada Wartawan mengatakan,  “sepanjang perjuangan itu murni untuk para medis dan tenaga medis dia siap mendukung untuk memperjuangkan hak-tim medis” tegas nya.

Dr.Syarifuddin menyarankan agar pihak RSU Panyabungan dan BPJS  mensingkronkan data pasien BPJS dan Jasa Medisnya, sehinggal kedua belah pihak tidak saling klaim  dan menjatuhkan .

“ untuk itu saya sudah mempertanyakan  kepad pihak BPJS terkait data pihak RSU panyabungan yang telah di ajukan selama 4 bulan terakhir, data ini nantinya akan di singkronkan “

Reporter : Hasmar Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...