Bupati Madina: Para Ulama Jangan Segan Mengoreksi Kami

Panyabungan.StArtNews-Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs. H. Dahlan Hasan Nasution mengharapkan kepada para ulama Madina agar jangan segan-segan untuk mengoreksi, memarahi dan mengkritisi, serta mengingatkannya mana kala dalam langkahnya untuk membangun Kabupaten Mandailing Natal (Kab. Madina) ini terdapat kesalahan atau kelalaian tentunya di luar jalur-jalur kaidah agama atau adat istiadat daerah kita. Kami berharap untuk senantiasa ditunjukkan kami jalan yang benar, demikian disampaikan Bupati Madina Drs. H. Dahlan Hasan Nasution saat menyampaikan arahan dan bimbingan sekaligus membuka secara resmi pameran pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kab. Madina ke 18 di Anjungan Taman Raja Batu Aek Godang Desa Parbangunan Panyabungan Senin (6/3).

Lebih lanjut disampaikan bahwa apa yang telah diperbuat sekarang belum berarti apa-apa, ini semua belum seberapa, yang jelas setiap HUT Kab. Madina kita harus mempersembahkan satu karya untuk masyarakat Madina. Pada tahun 2016 lalu kita persembahkan Tapian Siri Siri Syariah dan untuk tahun ini kita siapkan Taman Raja Batu. Disini juga perlu kami sampaikan bahwa banyak orang berprediksi kalau Taman Siri Siri Syariah akan tertinggalkan dengan kehadiran Taman Raja Batu ini, pandangan ini salah karena Tapian Siri Siri Syariah itu tetap kita fungsikan seperti langkah waktu membangunnya yakni untuk kegiatan-kegiatan agama dan lapangan upacara.

Perlu juga kami sampaikan bahwa semboyan-semboyan yang disampaikan leluhur kita dulunya jangan kita anggap angin lalu, kita harus senantiasa menghargainya karena tanpa semboyan-semboyan mereka barangkali kita juga tidak dapat berbuat banyak. Atas dasar itulah lahir Taman Raja Batu ini dan dipersembahkan sepenuhnya untuk rakyat Kab. Madina. Kenapa Raja Batu namanya karena semua meja dan kursinya terbuat dari batu, jadi bukan karena nama panggilan Bupati si Batu. Kita lihat juga makna dari batu dimana kalau membangun rumah harus ada batunya, mau membangun benteng harus ada batunya, mau mengasah harus ada batunya, mau menjinjing harus naik batu, mau mempertajam Pisau atau golok harus ada batu, jadi karena batu itu multi fungsi maka lahirlah taman ini bernama Taman Raja Batu yang diambil dari filosofinya, tapi awas kena batu bisa bonyok hancur, batu yang kecil pun bisa membuat kita bonyok kalau sempat kesandung, begitu juga tanda tangan si Batu bisa membuat orang bonyok.

Taman Raja Batu ini juga kita manfaatkan untuk membuat percontohan tanaman holtikultura, seperti menanam sayur-sayuran dan menanam kopi. Ini kita lakukan karena menurunnya harga karet sehingga kita berharap masyarakat Madina bisa memanfaatkan tanah kosongnya untuk menanam sayur-sayuran dan juga kebun kosongnya dapat ditanam kopi karena harga kopi Madina termasuk termahal di dunia. Satu pesan Saya manakala nanti tidak lagi Saya Bupati Saya berharap ini semua tetap utuh tidak perlu ada pergantian, tandas Bupati Drs. H. Dahlan Hasan Nasution yang sekaligus memukul gong tandanya jadwal kegiatan HUT Madina ke 18 secara resmi dibuka.
Reporter : R Ray

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...