Cina Bangun Kerjasama Afrika dalam Memerangi Terorisme

7MUSIK & INFORMASI SANG Presiden Cina Xi Jinping telah menyerukan departemen keamanan untuk meningkatkan kerja sama dengan Afrika, setelah orang-orang bersenjata menyerang sebuah hotel di ibukota Mali pada 20 November 2015. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi pada Kamis, 26 November 2015.

Sebelumnya dilaporkan, tiga warga Cina tewas dalam serangan hotel yang salah satu eksekutifnya berasal dari BUMN China Railway Construction Corp.

“Sebagaimana Cina terus meningkatkan kerjasama saling menguntungkan antara Cina dan Afrika, kami akan memperkuat kerjasama bilateral dalam bidang kontra-terorisme dan memerangi ekstremisme,” kata Menteri Luar Negeri Wang Yi dalam pidato di hadapan pada diplomat dan wartawan.

Wang Yi juga menegaskan kembali sikap Cina bahwa bantuan untuk Afrika akan datang tanpa kepentingan politik tertentu.

Sebelum pernyataan Wang Yi, seorang pejabat senior Cina telah mengatakan, Rabu, 25 November 2015, jika Cina akan mengumumkan bantuan baru untuk negara-negara Afrika ketika Xi mengunjungi Zimbabwe dan Afrika Selatan bulan depan.

Fokus Beijing pada pertumbuhan perdagangan dan bantuan di Afrika telah muncul bersamaan dengan tuduhan Barat yang mengatakan Cina telah menutup mata untuk konflik dan pelanggaran hak asasi di benua itu.

Namun Wang menegaskan kerjasama Cina dan Afrika tidak akan mengabaikan kekuatan tradisional, mengorbankan lingkungan dan kepentingan jangka panjang Afrika.

“Siapa pun yang memakai kacamata berwarna atau membuat komentar tentang kerjasama Cina-Afrika bahwa itu memiliki motif tersembunyi akan menghadapi fakta-fakta yang luar biasa dan akan tidak berdaya,” kata Wang. “Mereka akan diboikot oleh orang-orang Cina dan Afrika.”

Persahabatan Cina dengan Afrika pernah terjadi pada 1950-an, ketika Beijing mendukung gerakan-gerakan pembebasan di benua itu melawan pemerintahan kolonial Barat.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada tekanan pada Beijing untuk memberikan keamanan bagi lebih dari 800 ribu warga yang dipekerjakan di luar negeri, terutama di Afrika, di mana Cina telah menjadi investor utama.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...