Dahlan Hasan Turun ke Lokasi Banjir Malintang, Satu Warga Jadi Korban Meninggal Dunia

Drs. Dahlan hasan nasution, Bupati Mandailing natal saat berada di lokasi banjir desa Malintang jae.

Panyabungan.StArtNews-Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution setelah mendapat laporan dari Camat Malintang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah bahwa Banjir melanda desa Malintang Jae, beliau langsung turun kelokasi.

Di tengah kondisi banjir,  Drs. Dahlan Hasan Nasution pimpin langsung upaya evakuasi warga dan pembersihan kali Pata Botung yang sudah mendangkal.

Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution turun tangan langsung membersihkan jalur tengah lintas sumatera yang saat itu tertutupi material sampah dan lumpur dari luapan sungai Aek Pata Botung.

Tidak hanya itu,  malam itu juga Dinas PU Mandailing Natal langsung menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan aliran sungai yang mendangkal.

Alhasil,  pada pukul 12.30 WIB dini hari,  setelah dilakuakan pengerukan oleh alat berat milik Dinas PU,  banjir yang sempat merendam pemukiman penduduk mulai surut. Namun warga yang rumah nya terendam banjir terpaksa mengungsi ke rumah sanak Family yang tidak jauh dari lokasi.

Banjir yang melanda desa Malintang Jae pada minggu malam diakibatkan hujan deras yang mengguyur Wilayan Mandailing Natal yang mengakibatkan sungai Pata Botung tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap ke pemukiman penduduk,  kondisi tersebut diperparah terjadinya pendangkalan aliran sungai dan tersumbatnya aliran sungai akibat sampah dan kayu-kayu yang terbawa arus sungai Pata Botung.

Akibat banjir tersebut, sejumlah rumah prnduduk yang berada di pinggiran sungai rusak terbawa arus sungai,  satu otang korban meninggal dunia akibat peristiwa ini, yakni kakek Misbah berusia 80 tahun.

Salah seorang Anggota DPRD Mandailing Natal Sahbana Hasibuan saat melayat Korban meninggal Dunia akibat banjir Malintang jae.

Almarhum meninggal dunia terbawa arus sungai beserta rumahnya. Jasad korban didapat di wilayah persawahan sekitar 500 meter dari lokasi rumahnya.

Dari penuturan warga,  rumah milik korban Misbah 80 thn, tepat berada di pinggir sungai Pata Botung,  saat air bah meluap,  sang nenek tidak dapat menyelamatkan diri karena kondisi usia yang sudah tidak mampu lagi berjalan.

Dari data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal bidang Kalak BPBD Irwan Nuh menyebutkan, ada 3 rumah penduduk yang hanyut terbawa arus sungai satu diantaranya milik korban meninggal dunia Nenek Misbah,  sementara rumah yang kondiainya rusak berat sebanyak 11 unit dan rusak ringan lebih kurang 100 unit.

Selain rumah pendudum, Sawah yang usia padi 1 bulan seluas 200 ha mengalami kerusakan total.

Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di desa Malintang Julu dikabarkan hari ini akan dimakamkan di pemakaman desa setempat, sementara pagi ini,  dari pantauan StArNews,  warga sudah mulai bersihkan sisa banjir bandang. Dengan alat seadanya warga bergotong royong membersihkan rumah mereka yang tertimbun material lumpur dari luapan sungai Pata Botung.

Pemerintah Mandailing Natal juga telah memberikan bantuan pada korban meninggal dunia dan korban banjir lainnya.

Reporter : Hanapi Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...