DARMIN NASUTION (MENKO PEREKONOMIAN) : BARU SEKARANG SAYA MERASA BETUL – BETUL MEMILIKI SEORANG BUPATI

Jakarta, StArtNews- Darmin Nasution dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak berdirinya Kabupaten Mandailing Natal baru saat inilah dirinya betul – betul merasakan memiliki seorang Bupati. ” Saya melihat beliau ini betul – betul berjuang untuk Mandailing Natal ” ujarnya. Darmin Nasution menambahkan, dirinya selama ini kurang semangat, tapi sejak melihat Bupati Dahlan Hasan Nasution memiliki semangat yang tinggi maka tidak pada tempatnya apabila dirinya tidak betul – betul berusaha mendukung apa yang sudah dimulai di kampung halaman Mandailing Natal. Pernyataan putera daerah Mandailing Natal yang sekarang menjabat sebagai Menko Perekonomian ini disampaikan saat menyampaikan sambutan pada acara Silaturrahmi dan Merajut Kebersamaan dalam Rangka Percepatan Pembangunan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di Cafe Mandailing, Jalan Lebak Bulus, Jakarta, Jum’at (23/03). Acara ini dihadiri tokoh- tokoh yang berasal dari Tabagsel antara lain Dr. Darmin Nasution, Prof. Dr. Todung Mulia Lubis, Prof. Dr. Anwar Nasution, Drs. H. Pandapotan Nasution, Komjend Saud Usman Nasution, Saleh Partaonan Daulay, Profesor Bomer Pasaribu, Marsekal Muda Sahrul Efendi Lubis, M Jakfar Sukhairi Nasution, Saifullah Nasution, Arpan Nasution, Mauli Nasution, Yanti Abdul Haris Nasution, Profesor Dr. Torkis Lubis, Edy Saputra Hasibuan, Amris Pulungan, Hasanuddin Dalimunthe, Lokot Zein Nasution, Burhanuddin Siregar, Brigjend Purn Safwat Nasution, Ashar Lubis dan para tamu undangan.

Sebelumnya Bupati Mandailing Natal, Drs. Dahlan Hasan Nasution yang juga inisiator silaturrahmi ini mengatakan ada kekhawatiran Tapanuli Bagian Selatan akan tercerai berai. Dikatakan, alangkah baiknya apabila 5 Kabupaten/Kota yang ada di Tapanuli Bagian Selatan antara lain Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas Selatan dapat lebih meningkatkan kebersamaan sehingga menjadi lebih kuat dan diperhitungkan. Dahlan Nasution juga mewacanakan Kabupaten/Kota yang ada di Tabagsel memiliki gedung pertemuan bersama guna menjadi tempat segala kegiatan berkumpul seperti musyawarah, pengajian, kegiatan seni, adat/budaya dan lain – lain.

Dahlan Nasution juga bercerita tentang kebangkitan Kopi Mandailing yang memiliki kualitas dan harga tinggi, untuk itu para perantau diajak melakukan investasi kopi di Mandailing Natal.

Terkait Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Dahlan Nasution melaporkan bahwa beberapa hari lalu rektor telah dilantik Menteri Agama. Diharapkan Bapak Darmin Nasution bisa pulang kampung dalam waktu dekat agar pembangunan Kampus STAIN Mandailing Natal di Kotanopan dapat segera terwujud. Kemudian kepada masyarakat Mandailing Natal diminta agar membantu Rektor STAIN yang baru dilantik.

“Pemerintah daerah tentunya akan menfasilitasi Rektor STAIN Mandailing Natal, akan kita siapkan fasilitas seperti tempat tinggal dan mobil untuk mendukung operasional”, ujarnya.

Kemudian Dahlan Nasution berharap juga Bapak Darmin dapat meloby Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup agar kawasan hutan lindung direvisi sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur.

Todung Mulia Lubis yang menyampaikan sambutan setelah Bupati Madina mengatakan bahwa dirinya selama ini hanya menjadi pembantu Bupati karena perannya hanya menghubungkan dengan para pengambil kebijakan di pusat. Dengan merendah Todung mengatakan bahwa sebenarnya perannya tidaklah besar dalam perkembangan Madina. Todung juga bercerita melihat banyak perkembangan dan melihat ada momentum dan semangat dalam membangun Madina khusunya dan Tabagsel pada umumnya.

Selanjutnya dikatakan dirinya banyak bertemu menteri yang bertanya kenapa Tabagsel selama ini tidak meminta apa – apa dibanding daerah – daerah lain. Untuk itu Todung mengajak saat ini momentum untuk bangkit. Sebagaimana yang diketahui bahwa Tabagsel tidak kekurangan tokoh nasional seperti Adnan Buyung Nasution, Abdul Haris Nasution, Adam Malik dan lain – lain.

” Tokoh – tokoh Tabagsel itu rata – rata nasionalismenya tinggi dan nepotismenya agak miskin”, ujarnya berkelakar. Lanjutnya, kita terlalu nasionalis sebagai anak bangsa sehingga kadang lupa kampung halaman. Todung bercerita bahwa dirimya hanya numpang lahir di Madina lalu pindah ke Palembang, mamun kecintaannya terhadap Mandailing jangan diragukan.

Lanjut Todung, dalam benaknya sering bertanya dimana kampung halaman saya dan saya berasal dari mana sehingga waktu diundang ke Madina dirinya sangat bangga. Setelah Pertapakan Bandara, Pertapakan Rumah Sakit Umum Daerah, Jalan Lingkar di Kotanopan, Pertapakan Kampus, Pelabuhan Laut dan lain – lain semangat untuk berbuat terhadap kampung halaman semakin kuat.

Todung juga menggugah tokoh – tokoh yang hadir dengan bercerita tentang orang – orang di Sidoarjo yang kehilangan kampung halaman karena lumpur Lapindo. “Itu sungguh ironis dan bersyukurlah kita yang masih memiliki kampung halaman dan bisa menunjukkan kepada anak – anak kita dari mana mereka berasal”, ujarnya.

Di akhir Todung mengatakan bahwa Tabagsel punya modal besar, sekarang persoalannya apakah kita mau bersatu. “Ini saatnya untuk membangun tempat kita dilahirkan, boleh tidak suka pribadi Bupati, boleh kritik Bupati tapi selama yang dikerjakannya itu untuk kepentingan umum mari kita dukung”, tegasnya.

Kemudian dikatakan sentuhan terakhir ada pada Pak Darmin Nasution. “Beban ini kita pikul bersama tapi beban paling berat ada pada Pak Darmin dan janji pulang kampung sebelum bulan puasa mudah – mudahan terlaksana”, ujarnya. Mengakhiri Todung pamit akan berangkat melaksanakan tugas sebagai Duta Besar di Norwegia minggu depan.
Sumber : Press Realis Humasy Pemkab Madina

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...