DPRD Madina Tutup Masa Persidangan I Tahun 2017

Panyabungan,StArtNews- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Kab Madina) lewat sidang Paripurna pada Selasa sore (2/5) menutup masa persidangan I (pertama) tahun 2017 dan sekaligus penyampaian penetapan pelaksanaan masa reses II (dua tahun 2017. Sidang Paripurna Penutupan Masa Persidangan I dan sekaligus Penetapan Pelaksanaan Masa reses II ini dipimpin tunggal wakil ketua dewan Ir. Zubeir Lubis dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), sementara Ketua Dewan Ibu Elli Hartay, S. Ag dari fraksi Hanura nampak tidak hadir di gedung dewan, demikian juga wakil ketua dewan satu orang lagi dari fraksi Demokrad Harminsyah Batubara juga tidak kelihatan hadir di gedung dewan yang ada di komplek Perkantoran Pemkab Madina Puncak Payaloting Aek Godang desa Parbangunan Panyabungan.

Sidang kali ini juga agak ramai dihadiri anggota dewan dan tidak seperti siding-sidang sebelumnya dimana pada beberapa kali sidang paripurna senantiasa sepi dan amat sedikit anggota dewan yang hadir mengikuti sidang paripurna. Dari amatan serta catatan StArtNews sepanjang Tahun Anggaran 2017 bahwa sidang paripurna baru tiga kali sidang paripurna yang ramai dihadiri anggota dewan yang berjumlah 39 orang dari 8 kali sidang paripurna, yakni tatkala sidang Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kab Madina ke 18 pada bulan Maret lalu dihadiri Bupati Madina  dimana sidang Paripurna Istimewa tersebut digelar di Gedung Serbaguna desa Parbangunan Panyabungan. Sidang ini dihadiri 30 orang dari 39 orang anggota dewan, dan kedua pada sidang Paripurna Tingkat I pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran (TA) 2016 juga dihadiri Bupati, sidang ini dihadiri anggota dewan sejumlah lebih dari 20 orang, dan ketiga kalinya yakni pada sidang Paripurna Tingkat II dalam Penyampaian Laporan/Rekomendasi dari Panitia Khusus dan dilanjutkan Penandatanganan Surat Keputusan sekaligus penyerahan Rekomendasi kepada Bupati Mandailing Natal. Sidang ini dari penghitungan StArtNews ada hadir sekitar 20 orang, dan dihadiri Bupati kendatipun sidang ini bukan sidang mengambil keputusan.

Jadi kesannya sidang Paripurna di DPRD Madina kalau Bupati hadir pasti anggota dewannya banyak hadir, tapi kalau wakil Bupati yang menghadiri sidang anggota Dewannya banyak yang absen alias tidak hadir di gedung Dewan. Hal ini dapat dilihat beberapa waktu lalu dimana ketika sidang Paripurna pambahasan penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati TA 2016 dihadiri Bupati pada Selasa (25/4) anggota dewannya banyak yang hadir tapi tatkala penyampaian tanggapan umum fraksi yang dihadiri Wakil Bupati, anggota Dewannya tidak sampai 10 orang hadir dalam rapat tersebut, sehingga Ketua Dewan Hj. Leli Hartati dan Wakil ketua Dewan Ir. Zubeir Lubis lama menunggu agar sidang dapat dimulai karena ketidak hadiran anggota Dewan. Sidang dibuka dengan apa adanya, bahkan ketua Dewan sempat berujar “karena sudah terwakili dari fraksi masing masing, bisalah kita mulai sidang ini”, malahan yang hadir baru 9 orang dan itupun dari satu fraksi lagi belum terwakili. Selagi sidang berlangsung baru salah seorang dari fraksi yang belum ada tadi perwakilannya masuk.

Bahkan bukan itu saja kelucuan/keanehan yang terjadi di setiap ada paripurna. Pada Selasa (25/4) terjadwal agenda Rapat Paripurna Tingkat II pengambilan persetujuan terhadap Perubahan Tata Tertib DPRD,dimulai dari pukul 09.00 WIB namun sampai pukul 12.00 belum dapat dimulai karena anggota Dewannya masih sepi. Sidang dibuka Wakil ketua dewan Ir. Zubeir Lubis secara tunggal tanpa didampingi ketua dan wakil ketua, lucunya pada pukul 14.00 WIB ada sidang Paripurna seputar Paripurna Tingkat I pembahasan LKPJ Bupati TA 2016 dan dihadiri langsung Bupati Madina, gedung dewan mendadak ramai serta Sidang Paripurna pun langsung dipimpin ketua Dewan Hj. Leli Hartati, S. Ag. Ditambah lagi keanehan tatkala anggota dewan membentuk Panitia khusus (Pansus) seputar pembahasan LKPJ Bupati TA 2016, anggota dewan menetapkan 9 orang duduk dalam Pansus dengan ketuanya Erwin Efendi Nasution, SH namun saat Paripurna Tingkat II penyampaian Laporan/Rekomendasi dari Pansus ada 3 orang Pansus yang tidak hadir, padahal menurut info bersangkutan ada di Madina dan dalam keadaan sehat wal’ afiat.
Reporter : R Ray

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...