Dr. Boyke : Keracunan Mercury Berakibat pada 7 Turunan

Dr.Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS (kiri), Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution (tengah) dan Ketua DPRD Mandailing Natal Hj. Lely Artati, S.Ag (kanan), saat menghadiri seminar di Gedung Serba Guna, Panyabungan.

Dr.Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS (kiri), Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution (tengah) dan Ketua DPRD Mandailing Natal Hj. Lely Artati, S.Ag (kanan), saat menghadiri seminar di Gedung Serba Guna, Panyabungan.

Panyabungan. StArt News – H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS dalam kesempatan workshop yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Mandailing Natal di gedung Serbaguna Panyabungan Senin 14 / 11 membahas seputar fenomena gaya hidup terhadap kesehatan reproduksi, termasuk dampak bahan mercury terutama pada kaum ibu yang terkena racun mercury, dimana saat ini, Mandailing Natal merupakan daerah yang rentan terkena racun mercury kibat pencemaran air oleh para penambang emas liar .

Dr. Boyke yang sapaan akrabnya itu menjelaskan bahwa dampak pada ibu hamil ketika terkena racun mercury bisa 7 turunan. Ciri khasnya memang tidak terlalu kelihatan, namun gejalanya termasuk otak anak yang tidak berkembang, cebol, hingga ada usus terburai keluar. Keracunan mercury juga akan berdampak pada ibu yang sudah melahirkan, Air susu ibu akan berpengaruh pada otak anaknya.

Jangan sembarangn menggunakan mercury , karena sangat berbahaya bagi masyarakat tegas dokter sex ini.

Selain itu, ketika mercury masuk ke ginjal akan mengakibatkan muntah atau mual bercampur darah. Urin atau air seni berwarna kekuningan juga termasuk akibat keracunan mercury. Dia berharap agar para pengguna mercury di Mandailing Natal khususnya penambang agar jangan mengorbankan masyarakat hanya untuk kepentingan pribadi.

Bupati Mandailng Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution dalam kesempatan seminar mengatakan, dihadirkannya dr. Boyke dalam workshop ini sebagai pembicara, akan mengupas dampak dari mercury yang saat ini menjadi beban bagi pemerintah.

Banyaknya peredaran bahan berbahaya mercury yang dipergunakan penambang emas liar di Mandailing Natal jelas sudah mencemari lingkungan, utamanya air. Dampak dari mercury ini sendiri jelas berbahaya bagi kesehatan, utamanya pada wanita yang sedang hamil.

Bupati berharap, dengan seminar ini, semoga para peserta nantinya bisa mensosialisasikannya pada masyarakat atas dampak bahan berbahaya mercury ini.

Kadis Kesehatan Mandailing Natal drg. Ismail Lubis kepada StArtNews di sela-sela acara mengatakan, bahwa tujuan seminar dan workshop tersebut adalah untuk memenuhi SKP, kompotensi dokter, perawat, bidan, menambah ilmu maupun wawasan seluruh peserta tentang reproduksi sehingga dapat menjadikan masyarakat Mandailing Natal yang sehat dan sejahtera.

Seminar dan workshop ini atas kerjasama Pemkab Mandailing Natal dengan IDI, IBI, PPNI, PDGI dan Bakti Husada. (Zein)

Reporter : Zein

Editor : Hanapi Lubis 

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...