Fahri Hamzah Melawan, Sebut Ada Feodalisme di PKS

Tempo.CO

1Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah murka dengan desakan dari internal Partai Keadilan Sejahtera agar dirinya mengundurkan diri. Dia juga kecewa dengan panggilan Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS pada Senin lalu.

“Masa saya doang yang dipanggil, dia juga dipanggil dong,” kata Fahri di Jakarta, Selasa, 12 November 2015. Dia mempertanyakan mengapa pihak yang melaporkannya tidak dipanggil BPDO. Dia akan melaporkan balik Tifatul Sembiring ke lembaga penegak disiplin partai itu.

Menurut Fahri, PKS seharusnya berlaku adil dan mendengarkan pihak-pihak yang terlibat. Tidak bisa hanya mendengarkan satu pihak, katanya,  dengan alasan orang tersebut lebih dipercaya.

Fahri menegaskan tidak boleh orang yang menguasai dan dominan di PKS. “Seolah-olah kalau dia yang ngomong,  dia pasti benar,” ujar Fahri, aktivis mahasiswa angkatan 1997/98.

Dia gerah karena Tifatul Sembiring, mantan Presiden PKS dan kini anggota Majelis Pertimbangan PKS, terus menerus menuduhnya. “Jangan mentang-mentang dia senior, saya junior jadi nuduh-nuduh terus,” kata Fahri yang lahir di Sumbawa, pada 10 Oktober 1971.

Menurutnya, Tifatul tidak bisa serta merta menuduhnya seperti itu, apalagi alasannya karena senioritas semata.  Fahri beralasan bahwa generasi muda saat ini juga banyak yang lebih pintar dari seniornya. “Feodalisme semacam ini tidak bisa dibiarkan. Saya tidak ingin tunduk dalam hal semacam ini,” katanya.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring memang meminta agar Fahri patuh pada perintah partai.

Selain Tifatul, Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri telah menemui Fahri. Juga Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua DPP Al Muzzammil Yusuf, dan Wasekjen Mardani Ali Sera.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...