Forum 2+2: RI-Jepang Bahas Kisruh Laut Cina Selatan

5MUSIK Dan INFORMASI SIANG – Masalah keamanan di kawasan, termasuk Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur, menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri Indonesia dengan Jepang.

Menlu RI Retno Marsudi dan Menhan Ryamizard Ryacudu mengadakan Forum 2 + 2 bersama Menlu Jepang Fumio Kishida dan Menhan Gen Nakatami di Tokyo pada Kamis, 17 Desember 2015.

Dalam pertemuan itu, para menteri menegaskan bahwa semua negara di kawasan harus berkontribusi dalam mengurangi tensi dan menghormati hukum internasional. Negara yang memiliki klaim di masing-masing perairan perlu menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi yang konstruktif serta damai.

“Hari ini kita mengukir sejarah baru hubungan Indonesia-Jepang dengan bertemu dalam format two-plus-two (2+2),” kata Menlu Retno dalam rilis tentang hasil pertemuan dari Kementerian Luar Negeri RI.

Selain Forum 2+2 baru pertama kalinya digelar, Indonesia juga menjadi satu-satunya negara ASEAN yang memiliki format pertemuan 2 + 2. Forum tersebut menunjukkan kuatnya hubungan strategis kedua negara.

Pertemuan 2+2 merupakan mandat dari pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam kunjungan kenegaraan ke Tokyo, 23 Maret 2015.  Forum ini bertujuan tidak saja untuk membahas isu-isu bilateral yang strategis namun juga forum bagi kedua negara untuk membahas perkembangan kawasan secara komprehensif. Sebagai dua negara maritim, fokus pembahasan forum pertama ini tertuju pada upaya meningkatkan kerja sama maritim.

Secara khusus Menlu Retno mengusulkan kepada Jepang agar kedua negara dapat merealisasikan kontribusi konkret terhadap implementasi EAS Statement on Regional Maritime Cooperation seperti, pembangunan ekonomi maritim yang berkelanjutan, pemajuan perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan, mengatasi tantangan kejahatan lintas batas, terutama IUU Fishing, meningkatkan konektivitas maritim, dan memajuan kerja sama institusi riset maritim.

Pertemuan juga membahas peran Indonesia sebagai ketua Indian Ocean Rim Association ( IORA) dalam upaya memperkuat arsitektur regional di Samudra Hindia. Jepang sebagai negara pengamat pada IORA juga memberikan dukungan kepada Indonesia untuk membentuk IORA Concord.

Indonesia dan Jepang juga melakukan pembahasan sehubungan tantangan ekstrimisme dan terorisme. Keempat menteri sepakat akan pentingnya meningkatkan kerja sama bilateral dalam menanggulangi ekstrimisme dan terorisme.

Kedua menlu mengawali forum dengan melakukan pertemuan bilateral yang membahas kerja sama maritim, perdagangan, investasi, pengembangan infrastruktur di Indonesia dan people to people contact.

Terkait kerja sama maritim, kedua Menlu sepakat untuk segera melaksanakan forum maritim Indonesia-Jepang. Selain itu kedua Menteri juga sepakati fasilitas bebas visa kunjungan singkat bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.

Jepang adalah salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan mencapai US$ 40,17 miliar pada 2014. Investasi Jepang merupakan ketiga terbesar di Indonesia mencapai US$ 2,70 miliar pada 2014. Kedua negara juga terus tingkatkan people-to-people contact dimana Jepang telah memberikan bebas visa kepada WNI pemegang e-passport.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...