Geliat Pembuat Gordang Sambilan di Manambin

 

Gordang Sambilan yang sudah siap

Gordang Sambilan yang sudah siap

Kotanopan. StArt News – Pagi itu,  jarum jam masih menunjukkan pukul 9.00 WIB. Laki-laki paruh baya itu mulai sibuk mengerjakan potongan-potongan kayu yang ada di  hadapannya. Tidak lama berselang, di ambilnya pahat  dan martil untuk melubangi bagian tengah kayu sambil sesekali mengelap bagian wajahnya yang basah karena peluh  akibat terpaan matahari yang mulai tinggi.

Ja’far Lubis,  salah satu pembuat Gordang Sambilan yang ada di daerah Mandailing Julu, tepatnya di Desa Manambin Kec. Kotanopan Kab. Mandailing Natal.  Profesi ini sudah digelutinya selama bertahun-tahun, Gordang yang sudah dibuat pun sudah tidak terhitung jumlahnya. Begitu juga dengan tempat penjualan Gordang bukan saja di daerah Mandailing Natal, tapi juga sudah merambah keluar negeri seperti Malaysia dan Jepang.

Ja'far Lubis memegang kayu bahan baku pembuat gordang

Ja’far Lubis memegang kayu bahan baku pembuat gordang

Kepada StArtNews, Minggu (13/11), Ja’far Lubis menceritakan awalnya ia bisa enjadi membuat Gordang Sambilan.

“Awal membuat Gordang Sambilan  coba-coba, kebetulan ada orang yang memesan saat itu. Setelah siap, ternyata hasilnya bagus, berselang beberapa lama kemudian datang lagi pesan yang lain,” ujar Ja’far.

Dikatakannya, membuat Gordang ini bukanlah profesi turun temurun, tapi sifatnya otodidak atau belajar sendiri. Dirinya belajar dari apa yang dilihat dan kemudian dipraktekkan. Kebetulan profesinya sebelumya  adalah  tukang, jadi  tidak begitu  sulit baginya membuat Gordang.

Menurutnya, tidak semua tukang bisa membuat Gordang Sambilan. Kalau ingin jadi pembuat Gordang Sambilan, minimal  harus tahu sedikit banyaknya Gordang Sambilan, mulai dari jenis-jenis Gordang, model kayu yang baik digunakan sampai kepada alat perlengkapan lain yang dibutuhkan. Bukan itu saja, sedikit banyaknya  juga harus tahu sejarah dan kegunaan Gordang Sambilan.

Dirinya membuat Gordang mulai tahun 2000 sampai sekarang. Jadi sudah hampir 16 tahun lamanya berkiprah di bidang itu. Selama itu pula, sudah puluhan Gordang Sambilan yang sudah selesai dikerjakan, jumlah pastinya dirinya tidak ingat. Tapi yang jelas, jumlahnya sudah cukup banyak.

“Untuk menyelesaikan 1 set Gordang ketika pertama kali membuatnya bisa sampai 3 bulan. Namun belakangan,  kita bisa menyelesaikannya dalam waktu 1 bulan. Itu tergantung cuaca, saya katakan  demikian,  kalau cuaca buruk,  kita sangat kesulitan mencari kayu untuk bahan pembuatan Gordang ini,” ujarnya.

Pengakuannya, Gordang Sambilan yang dibuatnya bukan saja di pasarkan di tingkat Kabupaten Mandailing Natal, tapi juga sampai ke tingkat nasional dan luar negeri, seperti ke Malaysia dan Jepang. Untuk negara Malaysia saja, mulai tahun 2000-2013  dirinya sudah mengirimkan 8 set Gordang Sambilan, sedangkan untuk negara Jepang baru satu kali pengiriman di tahun 2012 lalu.

Untuk skop nasional, dirinya  juga sudah beberapa kali mengirim ke Jakarta dan Medan. Terakhir sebulan  lalu,  dia mengirim Gordang Sambilan ini ke Kalimantan. Sedangkan di Mandailing Natal yang ada raja-rajanya sudah hampir dibuatkan. Begitu juga  di kalangan Pemkab Madina, di beberapa instansi yang memesan Gordang ini telah juga buatkan.

Sedangkan jenis kayu yang dipakai dalam pembuatan Gordang Sambilan adalah jenis Ingul yang berlobang di bagian tengah. Kesulitannya,  mencari bahan bakunya yaitu kayu jenis Ingul. Belakangan ini  jenis kayu ini agak susah di dapatkan, apalagi  kayunya harus berlobang di bagian tengah.

Kayu Ingul, bahan baku pembuat gordang

Kayu Ingul, bahan baku pembuat gordang

“Makanya tidak mengherankan, selain di sekitar Desa Manambin, kita juga mencari kayu di luar desa, seperti ke desa Simpang Banyak Kec. Ulu Pungkut, Sibanggor, Hutanamale dan desa-desa lainnya di sekitar Madina.

Jadi begitu kayunya  didapatkan, langsung  di potong di tengah hutan sesuai dengan ukuran yang telah di tetapkan. Setelah itu,  baru kita bawa ke desa untuk selanjutnya diolah menjadi Gordang. Kesulitan lainnya  adalah saat pengerjaan, karena alat yang dilakukan masih bersifat manual. Saat mengerjakannya kita harus ekstra hati-hati, sebab salah pengukuran nanti maka suaranya yang dihasilkan tidak akan bagus.

Untuk ukuran kayu paling besar, biasanya berdiameter 50 cm dengan panjang 1,60 m. Sedangkan paling kecil berdiameter 30 cm dengan panjang 1,20 m. Besar lubang dan panjang akan di sesuaikan dengan jenis Gordangnya. Jadi bagus atau tidaknya suara yang dihasilkan sangat tergantung kepada ukuran lobang dan cara pembuatannya.

Proses pengerjaan Gordang Sambilan

Proses pengerjaan Gordang Sambilan

Dalam mengerjakan Gordang ini, Ja’far Lubis dibantu  5 orang.  Jika dikerjakan sendiri – sendiri tidak akan selesai dalam 1 bulan.  Di satu sisi terkadang pihak pemesan  butuh cepat, jika sudah demikian ia harus berjibaku menyelesaikannya. Mengerjakan Gordang ini bukanlah semudah yang dibayangkan, ia butuh ketelatenan dan ke hati-hatian. Ia juga lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas.

Terkait dengan pemesanan, bagi yang tinggal di wilayah Mandailing Natal, biasanya mereka langsung datang ketempatnya, begitu juga untuk daerah Sumatera Utara. Sedangkan bagi yang luar daerah, seperti Kalimantan, Jakarta, Malaysia dan Jepang biasanya melalui telepon, tapi ada juga perwakilan mereka yang datang kemari. Jadi begitu Gordang ini siap, akan kita kirim langsung sesuai alamat yang diberikan. Sebaiknya para pemesan datang langsung agar  diketahui bagaimana keinginannya.

Sedangkan  harga 1 set Gordang yang dibuatnya bervariasi antara Rp. 17  juta. Harga ini tentunya di luar transportasi mengantar ke tempat tujuan.  Itu sebenarnya tergantung negosiasi. Tapi rata-ratanya segitu harganya, sama halnya harga ke luar negeri atau ke Jakarta dan Kalimantan, tidak dibedakan.

Terkait dengan nama-nama Gordang sambilan itu sudah ada sesuai dengan jumlah dan ukurannya, mulai dari Jagad Siangkaan, Jagad Silitonga, Jagad Sianggian, Sangkut Siangkaan, Sangkut Sianggian, Udong Siangkaan, Udong Sianggian, Enang-enang Siangkaan dan Enang-enang Sianggian. Masing-masing ukurannya berbeda-beda antara Gordang yang satu degan gordang lainnya.

Ketika ditanyakan apa sebenarnya motivasinya membuat Gordang Sambilan,      menurutnya selain untuk  mencari nafkah, motavasi lain  untuk melestarian budaya daerah. Tidak bisa dibantah, belakangan ini orang yang mahir membuat  Gordang Sambilan tidak seberapa, hanya ada beberapa orang. Semakin banyak Gordang Sambilan diproduksi, tentunya geliat  pelaksanaan budaya Gordang Sambilan semakin bergairah.

Selain membuat Gordang Sambilan, dirinya juga memproduksi miniatur-miniatur Gordang Sambilan untuk koleksi di rumah atau di kantor-kantor. Untuk pembuatan ini kita bekerja sama dengan Kampoeng Kaos Madina, Panyabungan.

Bukan itu saja, kita juga menyediakan buku, kaset/pantun Mandailing, puisi, lagu, cerita dan pernak-pernik budaya Mandailing lainnya. Bagi yang ingin memesan Gordang Sambilan atau pernak pernik lainnya silakan dihubungi   di nomor 0823 6110 1410  (Lkt).

Reporter : Lokot Husda Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...