Gubernur Sumut: Harus Lakukan Banyak Hal untuk Sejahterakan Masyarakat

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi menyebut banyak hal yang perlu dilakukan dan diraih untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sumut.
Dikatakannya, di usia ke-70, Sumut telah dipimpin 18 gubernur. “Kami sudah melakukan maksimal, medorong pelaksanaan e-goverment, e-planing, e-budgeting, dan lainnya. Upaya tersebut merupakan bagian kesungguhan kami yang didukung peningkatan sumber daya manusia dan daya saing,” ujar Erry saat sidang paripurna istimewa di gedung dewan Jalan Imam Bonjol, Senin (16/04/2018).
Dalam kesempatan itu, Erry menyampaikan pencapaian-pencapaian yang telah diraih diraih di eranya, di antaranya bidang pembangunan telah mencapai kemajuan, di bidang perrtanian, sejak ada pemerintahan Provinsi Sumut, baru di tahun 2017 dicapai surplus beras yang terbesar sepanjang sejarah Provsu mencapai 1, 7 juta ton.
“Di bidang tenaga listrik, juga pertama kali sepanjang sejarah, kita mengalami surplus listrik hingga 15 persen. Memang masih ada pemadaman gangguan teknis, namun secara supply listrik di Sumut hari ini telah surplus,” imbuhnya.
Di bidang infrastruktur, lanjut Erry, Peningkatan kondisi jalan mantap mencapai 84,3 persen, meningkat dari tahun 2016 sebesar 80,8 persen. Kondisi jalan mantap tersebut ditargetkan mencapai 88 persen pada 2018 sesuai target Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) Sumut. Peningkatan juga terhadi pada bidang Irigasi yang mengalami peningkatan hingga 79 persen di tahun 2017 serta pengelolaan keuangan pemprovsu yang meraih kategori wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam 3 tahun terakhir.
“Pencapaian di bidang ekonomi makro, tumbuh 5,12 persen lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,0 persen. Bidang investasi, reliasisasi pada 2017 mencapai Rp 31 triliun.  Di sisi lain inflasi di Sumut juga semakin baik, pada 2017 inflasi terkendali 3,2 persen, menurut dari tahun 2016 sebesar 6,4 persen serta lebih baik dibandingkan inflasi nasional yangg mencapai 3,6 persen. Persentase penduduk miskin turun juga mengalami penurunan dari 10, 2 persen menjadi 9,2 persen pada 2017. Serta pengangguran terbuka sebesar 5,6 persen, turun dari 5,8 pada 2016,” jelasnya.
Terkait APBD Sumut, Erry juga menilai terjadi peningkatan yang signifikan, dari tahun 2015 sebesar Rp 7,7 triliun, dan tembus Rp 10 Triliun pada 2016 hingga mencapai Rp 12,8 Triliun pada 2018. Serta diprediksi mencapai Rp 15 Triliun pada 2019 mendatang. Ia berharap semoga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembagunan di Sumut ke depannya.
Sumber : Beritasumut.com

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...