Guru SMA 3 Panyabungan Aksi Mogok Ngajar, Siswa Jadi Korbannya

Panyabungan. StArtNews-Puluhan guru dan Pegawai Tata Usaha SMA Negeri 3 Panyabungan hari ini kembali beraksi setelah dua hari lewat tuntutan mereka agar Kepala Sekolah Doharni Siregar segera diganti. Hari ini,  para guru melakukan aksi di depan gedung sekolah,  mereka mogok mengajar dan gelar tikar di luar gedung sekolah, di depan gedung sekolah, mereka juga membawa poster-poster yang menuntut agar Kepala Sekolah segera dipindahkan.

Aksi guru guru SMA N 3 Panyabungan ini adalah ke dua kali dilaksanakan,  ada 11 poin tuntutan para guru yang intinya sikap Kepala Sekolah pada para guru membuat guru tidak nyaman melaksanakan proses mengajar. Kemudian meminta agar dinas Pendidikan Mandailing Natal segera mengganti Kepala Sekolah agar proses mengajar guru kembali normal seperti sedia kala.

Pada senin lalu memang,  para guru SMA 3 Panyabungan tersebut melakukan aksi dengan melibatkan siswa dan dampak aksi Guru-guru tersebut membuat proses belajar siswa terhenti.

Anwar puady  salah satu guru SMA 3 Panyabungan pada wartawan mengatakan pada Senin lewat saat aksi pertama, ada sejumlah kesepakatan dengan pihak Pengawas dari Dinas Pendidikan Mandailing Natal,  dalam kesepakana tersebut disepakati saat proses belajar mengajar berlangsung,  pihak Pengawas dari Dinas Pendidikan mendampingi para guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Namun perjanjian tersebut hari ini diingkari sehingga Guru-guru kembali melaksanakan aksi.

Anwar Puady  mengaku aksi ini akan terus dilaksanakan sampai tuntutan para guru diakomodir oleh Dinas Pendidikan.

Pantauan StArtNews di SMA 3 Panyabungan,  akibat aksi Guru-guru yang memilih mogok mengajar tersebut membuat para siswa tidak terlalu efektif belajar, meski sejumlah guru tetap melaksanakan tugas nya sebagai pengajar. Namun para siswa terlihat hanya duduk duduk di depan kelas masing-masing.

Aksi para guru tersebut sempat menyita perhatian sejumlah warga yang lewat dari depan sekolah. Khoirul salah satunya,  dia menyayangkan tindakan Guru-guru tersebut karena dinilai telah mengorbankan siswanya dalam proses mendapatkan pendidikan dari guru.

Seharusnya papar Khoirul,  tidakan guru guru SMA 3 Panyabungan tidak meski harus membuat demo,  mereka harusnya mendatangi Dinas Pendidikan setempat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Ini toh kata khoitul tindakan Guru-guru tersebut justru akan mengorbankan siswa dan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan.

Kepala Sekolah SMA 3 Panyabungan Doharni Siregar yang dihubungi StArtNews sedang tidak berada di sekolah,  sejumlah guru mengaku,  Kepala Sekolah sedang berada di Medan. Informasi yang diperoleh bahwa Kepala Sekolah sedang menemui Dinas pendidikan Propinsi karena memang sesuai aturan baru tingkat SMA saat ini prosesnya sudah ditangai oleh Dinas Pendidikan Propinsi bukan lagi Dinas pendidikan Kabupaten.

Reporter : Hanapi Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...