Ikut Berpolitik, Kasek, Kades dan Kepala Puskesmas akan Dicopot

pilkada-serentak-300x1791Metro Tabagsel
Pejabat Bupati Tapsel Dr H Sarmadan Hasibuan menegaskan, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk kepala sekolah maupun kepala puskesmas (Kapus) tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Bagi yang terlibat, akan dicopot dari jabatannya.
Dia juga berjanji meningkatkan netralitas para PNS di seluruh Kabupaten Tapsel, dalam menghadapi Pilkada 9 Desember mendatang.
“Salah satu tugas utama saya sebagai Pejabat Bupati adalah memfasilitasi pelaksanaan Pilkada agar berlangsung tertib, aman dan lancar sehingga melahirkan pemimpin pilihan rakyat,” terangnya.
Untuk itu, kepada seluruh lapisan masyarakat diharapkan membantu kesuksesan pelaksanaan Pilkada dengan menjaga kekondusifan. “Jangan karena adanya perbedaan pilihan, merusak hubungan baik di tengah masyarakat,” ucapnya.
Sebagai orang yang ditugaskan pemerintah pusat untuk memimpin Tapsel, dia berkomitmen menjaga dan mengawasi netralitas PNS pada Pilkada Tapsel.
“Saya minta kepada bapak dan ibu yang PNS, tidak usah kasak kusuk. Kita sudah tau siapa yang pantas kita pilih. Maka pergunakan pilihan itu pada tanggal 9 Desember nanti. Tidak usah ikut mengajak, apalagi mengerahkan massa lain untuk memilih salah satu pasangan. Biarkanlah tim pemenangan masing-masing yang bekerja. Kepada Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah, saya minta agar tidak ikut ikutan mengumpulkan massa. Jika ada yang ikut politik praktis, saya akan copot jabatannya,” tegasnya.
Selain Kasek dan Kapus, Kades juga diminta memperlakukan ketiga pasangan yang ada dengan adil. “Tujuannya adalah menjaga kekondusifan agar terjadi pelaksanaan Pilkada yang baik, sehingga melahirkan pemimpin yang baik pula,” tandasnya.
Kembali kepada netralitas PNS, Sarmadan menegaskan, jika cukup bukti ternyata mengikuti politik praktis, maka akan diberikan kepada Kemenenpan dan RB dan pastinya diberikan sanksi dan tindakan.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...