Ini Deretan Dugaan Korupsi Dinas Pertanian Mandailing Natal

Medan, StArtNews- Ketua Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara (MAKAR) Risky Siregar membeberkan indikasi dugaan korupsi Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara dalam siaran persnya yang diterima StArtNews Jumat 06/04.

Dikatakan Risky Siregar bahwa Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan dibawah pimpinan Kepala Dinas Ir. Taufik Zulhendra Ritonga sejak tahun 2011 sampai tahun 2017 banyak yang menjadi sorotan publik namun tak tersentuh hukum.

Ketua Mahasiswa Anti Korupsi Risky Siregar membeberkan bahwa dari data yang sudah investigasi tim MAKAR, Pada Kegiatan TA 2017 seperti Pembangunan Aula dan Rehabilitasi kantor Dinas Pertanian senilai Rp.1.000.000.000, Pengadaan bakalan Sapi pejantan Rp.176.400.000, Pengadaan bangunan pembawa irigasi dan parit Rp.3.204.000.000, Pembangunan/Rehabitasi jaringan irigasi Desa Rp.1.375.000.000 dan Pembangunan jalan Usaha tani dengan anggaran Rp.7.665.000.000″ menjadi target Tim Investigasi MAKAR untuk membuka dugaan korupsi.

Selain itu, papar Risky Siregar pada Reporter StArtNews dugaan korupsi percetakan sawah tahun anggaran 2011 yang lalu juga menjadi target mereka. Cetak sawah itu dari data MAKAR berada di Desa Banjar Aur Desa Utara Kecamatan Sinunukan seluas 300 hektar, Desa Tunas Karya Kecamatan Natal seluas 300 hektar.

Jumlah anggaran per hektarnya sendiri sebesar Rp. 7,5 juta/hektar jika di jumlahkan Rp.4,500,000,000 (4,5 M).

Dan pada tahun 2012, di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu dengan luas 300 hektar dengan nilai Rp.10 juta/hektar. Di Kecamatan Siabu 600 Ha (Huta Puli, Huta Raja dan Desa Huraba) Rp. 10 juta per hektar, jadi dalam tahun 2012 anggarak cetak sawah 9M,”  artinya ada dugaan kesemuaan cetak sawah di duga bau korupsi.

Untuk Kasus Dinas Pertanian Mandailing Natal ini, MAKAR kata Risky Siregar telah membentuk tim untuk mengadukan kembali kasus ini ke penegak hukum meski dikabarkan sejumlah proyek yang disebutkan diatas tadi sudah pernah diproses hukum namun tidak berujung.

Pihaknya juga akan melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan sejumlah titik di Mandailing Natal untuk membuka tabir tersebut dan berharap pada Badan Pemeriksa Keuangan9BPK) untuk melakukan Audit Investigasi pada sejumlah dugaan korupsi di Dinas Pertanian Mandailing Natal tersebut.

Sebelumnya, Anak Muda Indonesia atau AMI juga melakukan siaran pers terkait kasus cetak sawah di Mandailing Natal. Mereka juga berjanji akan melaporkan kasus dugaan korupsi cetak sawah tersebut pada penegak hukum.

Reporter : Sakban Azhari Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...