Ini Rapor Merah Para Menteri Ekonomi Jokowi

3MUSIK & INFORMASI SIANG – Desakan resuffle menteri ekonomi kabinet kerja Presiden Joko Widodo semakin menyeruak. Kalangan pengamat menilai sejumlah menteri ekonomi belum menunjukkan kinerja maksimal. Misalnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dinilai belum bisa menunjukan pelayanan terbaik dalam mengatur transportasi umum. “Sehingga kemacetan pada saat libur Natal kemarin tidak dapat diantisipasi,” ujar pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia, Berly Martawardaya, saat dihubungi Tempo, Ahad, 27 Desember 2015.

Sejumlah kecelakaan pesawat udara yang terjadi di sepanjang tahun juga menjadi salah satu sorotan publik dalam melihat kinerja Kementerian Perhubungan. Pasca terjadinya kecelakaan pesawat Air Asia 8501 dari Surabaya ke Singapura, Kementerian Perhubungan menerapkan kebijakan tarif batas bawah minimal 40 persen dari tarif batas atas. Berly menilai beleid ini malah bertentangan dengan semangat pasar yang menerapkan harga kompetitif. “Justru aturan ini menunjukkan pemerintah tidak menerapkan persaingan yang sehat,” ujarnya.

Menurut Berly, Menteri yang memiliki kinerja terendah adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Berly menilai Amran gagal dalam menjaga pasokan beras sehingga mesti impor. “Data produksi beras juga harus dibenahi karena tidak valid,” kata dia.

Berbeda dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Berly melihat kinerja Kementerian Pariwisata sedikit lebih baik lantaran adanya peningkatan wisatawan asing. “Ini karena adanya layanan bebas visa yang diterapkan,” ujarnya. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada September 2015 mencapai 869.179 orang atau tumbuh sebesar 9,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 791.296 orang. Namun, Berly mengatakan Kementerian Pariwisata harus bekerja lebih ekstra dalam mengejar target 20 juta wisatawan asing hingga 2019. “Di tengah pelemahan ekonomi global, apakah target itu bisa tercapai?” ujar dia.

Menyoroti Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman yang digawangi oleh Rizal Ramli, Berly tidak melihat kinerja yang signifikan. Menurut Berly, seharusnya Rizal perlu menyesuaikan diri ketika sudah berada dalam kabinet sehingga bisa mendukung sejumlah program pemerintah. “Karena dia kan bukan pengamat lagi. Harus bisa menyesuaikan dan fokus bekerja dalam mengurangi dwelling time,” ujar dia.

Meski belum menunjukan kinerja yang maksimal, Pengamat Ekonomi Enny Sri Hartati menilai Rizal Ramli menjadi menteri yang populer di antara menteri lain. “Karena mendapat banyak apresiasi dari masyarakat,” kata Enny.

Enny justru menyoroti kerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang dinilainya  belum cemerlang. “Seharusnya BUMN menjadi agent of development tapi belum ada terobosan yang dilakukan, ” kata dia.

Beberapa sektor strategis yang dikuasai oleh negera, ujar Enny, belum memberikan manfaat kepada masyarakat. Enny mencontohkan di tengah pelemahan ekonomi saat ini, harga bahan pokok malah cenderung naik. “Kehadiran Perum Bulog sebagai manajemen logistik dan pengendalian harga beras belum menonjol,” ujarnya.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...