Irwan Hamdani Daulay Dorong pemkab Mandailing Natal Jadikan Rodang Siabu Jadi Waduk dan Lumpatan Harimau Jadi PLTA

Panyabungan.StArtNews- Pengusaha Muda Irwan Hamdani Daulay mendorong Pemerintah Daerah Mandailing Natal agar lebih fokus pada proyek yang bisa membangkitkan semangat masyarakat untuk bekerja dan bermanfaat bagi Masyarakat. Hal itu dikatakannya dalam sebuah Press release yang dibagikan pada wartawan Minggu 10/09 lewat Media Sosial.

Irwan Daulay yang akrab disapa itu mengatakan, sesuai dengan hasil suvey yang dilakukannya dengan time  melakukan ke lokasi Lompatan Harimau yang berada di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal sampai ke wilayah Rodang  memungkinkan dibangun Waduk untuk PLTA, dan Rodang Seluas KL 500 Ha tersebut dibendung untuk dijadikan waduk atau danau buatan untuk budi daya perikanan darat dan pariwisata.

Apabila Pemerintah Daerah berkenan mengembangan itu, dia yakin akan menjanjikan kesejahtraan Masyarakat Sekitar. Ada beberapa alasan kata Irwan Daulay yakni (Saba Rodang) luasnya mencapai KL 500 Ha itu lebih layak dijadikan sebagai waduk untuk sentra perikanan darat, obyek pariwisata dan PLTA, Rodang yang berada di wilayah Madina dan sebagian wilayah Tapsel tersebut sangat tidak layak lagi untuk daerah pertanian sawah karena lahannya lebih rendah dari permukaan. dua sungai besar yaitu sungai Batang Gadis dan Batang Angkola juga dikhawatirkan apabila meluap atau musim hujan akan berdampak pada pertanian

upaya pengerukan dan peledakan batu cadas di pertemuan kedua sungai besar tersebut tidak akan menjadi solusi, jelas Irwan Daulay. Karena secara teknis celah batu cadas (dikenal sebagai lompatan harimau) tersebut sulit untuk dilakukan meskipun sudah pernah diledakkan di era Pemerintahan Madina sebelumnya.

Untuk PLTA saja, sambung Irwan. Debit air yang dialirkan dua sungai besar tersebut dapat mencapai 400 Mwatt kapasitas terpasang, dan bisa dibangun dengan bentuk Joint Venture antara PT yang didirikan pemkab Madina dan Tapsel denga perusahaan Pembangkit, dengan komposisi saham 51 : 49, dengan rincian saham daerah (Madina Tapsel) sebesar 51persen, dan pihak Perusahaan Pembangkit 49 persen.

Begitu juga denga areal waduk yang sangat potensial untuk dijadikan sebagau lokasi budidaya perikanan darat, di areal tersebut dapat dijadikan sebagai areal budidaya ikan.

Konsepnya jangan tanggung-tanggung jelas Irwan Daulay. Waduk akan dijadikan sebagai lokasi  budidaya ikan Mera, Ikan Mas, Ikan Nila  untuk dieksport, peluang ini sangat terbuka lebar disaat Danau Toba sedang melakukan pembersihan karamba-keramba milik pengusaha Nila dan Ikan Emas yang beromset miliaran rupaih per bulan.

Di sisi lain waduk dan PLTA tersebut dapat didesain menjadi obyek pariwisata danau yang akan turut menggerakkan perekonimian masyarakat sekitar. Dan khusus mengenai desain dan tatakelola pariwisata ini di serahkan saja kepada kepiawaian Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution  dan timnya yang selalu siaga dan sudah membuktikan hasil karyanya di Masyarakat.

Konsep ini sudah saya sampai kan pada Bupati Drs. DAHLAN hasan Nasution, papar Irwan Daulay dan sambutan baik serta konsep ini akan ditindak lanjuti san dilakukan peninjauan lapangan serta pembahasan sari berbagai aspek oleh Dinas terkait nantinya.

Press Release Irwan Daulay

Editor : Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...