Jangan Sekedar Melirik Dana Desa

Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Mukmin al-Farisi.

Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Mukmin al-Farisi.

Panyabungan-StArNews

Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Mukmin al-Farisi menyebutkan, jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2016 para calon kepala desa yang maju pada Pilkades Serentak 30 November mendatang jangan sekedar melirik dana desa saja.

Sejatinya, dana desa memang dikelola oleh desa, dan dana desa ini harus betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti pembangunan insfrastruktur yang bertujuan untuk penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

“Akhir-akhir ini, jika berbicara mengenai Pilkades maka yang terlintas di benak kita atau siapapun adalah dana desa. Memang tidak salah. Tapi kan seharusnya dana desa ini jangan dijadikan semacam ‘’target’’ baru, terutama para Calon Kepala Desa yang maju pada Pilkades serentak,” ujar pria yang akrab disapa Along tersebut pada Selasa, (1/11) di Panyabungan.

Untuk itu, dirinya berharap uji kemampuan dasar wajib diikuti bakal calon kepala desa untuk mengetahui kualitas, maupun kecakapan calon. Sehingga calon Kepala Desa yang bakal maju pada Pilkades serentak siap sesuai dengan harapan masyarakat.

Tentang dana desa, sudah diatur jelas oleh perundang-undangan. Dalam penggunaannya, dana desa harus benar-benar dikelola untuk kehidupan dan kesejahhteraan masyarakat. Harus tepat sasaran dan ditujukan kepada sektor ekonomi produktif dan padat karya. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat pedesaan dapat meningkat dengan cepat.

Walaupun Pemerintah Desa dapat merencanakan dan melaksanakan pengelolaan dana desa. Tapi jangan lupa, untuk mempertanggungjawabkan serta melaporkan kegiatan yang dilaksanakan kepada masyarakat dan pemerintah sehingga terhindar dari penyimpangan.

“Jadi, jangan karena ada dana desa, terus ikut mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, sementara pengetahuan tentang Perundang-undangan yang mengatur Dana Desa tidak ada ditambah lagi pengalaman yang minim, Itu salah. Karena dana desa itu bukan prioritas dan tujuan. Penggunaannya pun diawasi.” pungkasnya. (R-mz)

Reporter : R-mz

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...