Jatuh di Kamar Mandi, Jamaah Haji Psp Sempat Masuk RS Haji Madinah

Salahseorang jamaah haji mendapat perawatan. Jamaah haji asal Psp juga sempat dirawat setelah jatuh dari kamar mandi.

Salahseorang jamaah haji mendapat perawatan. Jamaah haji asal Psp juga sempat dirawat setelah jatuh dari kamar mandi.

START FM – MD Pasaribu (63), salah seorang jamaah haji Kota Padangsidimpuan sempat masuk Rumah Sakit Haji di Madinah. Penyebabnya, jamaah haji tersebut terjatuh sesaat mau masuk ke kamar mandi.

“Ada satu jamaah haji kita sedang dirawat di Rumah sakit Haji Madinah. Jatuh di kamar mandi Masjid nabawi,ý sekarang kondisi sudah mulai membaik,” ujar Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesra Sumiati kepada Harian Metro Tabagsel, ketika menerima laporan perkembangan dari TKHI dr Fitri Silvia, Minggu (21/8).

Sesuai dengan laporan yang diterimanya, lanjut Sumiati, jamaah haji tersebut masuk ke RS Haji setelah selesai Sholat Isya waktu setempat. n
“Namun, beberapa menit setelah datang laporan, jamaah yang masuk RS itu sudah dipindahkan KKHI. Kondisinya berangsur-angsur sudah mulai membaik,” tuturnya.

Untuk jamaah lainnya, kata Sumiati, tidak ada yang mengalami gangguan kesehatan, hanya ada beberapa orang yang menderita batuk ringan akibat perubahan cuaca.ý”Sedangkan jamaah yang lain sudah mulai batuk-batuk. Karena cuaca di Madinah sangat panas, suhu mencapai 49 derajatý.ý Itu perkembangan jamaah haji dari Kota ýPadangsidimpuan di Madinah,” paparnya.

Di sisi lain, masih kata Sumiati, jamaah sudah mengikuti bimbingan keberangkatan ke Makkah yang dilaksanakan oleh TPHI dan TPIHI dan TPHD. Sebab, pada Hari Rabu (24/8) mendatang waktu setempat, jamaah sudah berangkat ke Makkah. ý”Sumber informasi dari TPHD Kota Padangsidimpuan Akhiril Pane,” pungkasnya.

Penyakit-penyakit Ini Paling Ditakuti Jamaah Haji
Menteri Kesehatan, Nila Moeloek membeberkan data penyakit yang belakangan menyerang jemaah haji asal Indonesia. Menurutnya, derdasarkan laporan PPIH sebanyak 2.569 jamaah haji mendapat perawatan jalan, 50 jemaah telah rawat inap dan 63 jamaah dilakukan rujukan.
Dari jumlah itu, ada tiga penyakit yang rata-rata diderita jemaah asal Indonesia. Terbesar jumlahnya adalah Hipertensi.

“Untuk penderita rawat jalan telah dilakukan analisis data di kloter menunjukkan proporsi tiga penyakit terbanyak yang diderita oleh jamaah adalah Hipertensi (35%), Myalgia (17%), Headache (10%) dan Acute Nasopharingithis (9%),” ujarnya.

Adapun data Pusat Kesehatan Haji Kemenkes mencatat jumlah dan proporsi jemaah haji dengan risiko tinggi (Risti) yang telah terlaporkan dalam sistem Siskohatkes sebanyak 21.710 orang. Rincian Risti dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan penggunaan warna gelang merah, kuning dan hijau.

Pemakai gelang berwarna merah, yaitu bagi jemaah yang berumur lebih dari 60 tahun dengan risiko penyakit 7.632 jamaah (22,2%); pemakai gelang berwarna kuning yaitu bagi jamaah risti penyakit 11.576 jamaah (34,2%); dan pemakai gelang berwarna hijau yang berumur lebih dari 60 tahun tanpa risiko penyakit sebesar 17.766 jamaah (43,6%).

Untuk diketahui, saat ini sebanyak 41.926 jamaah dari 12 embarkasi telah masuk asrama haji. Sementara berdasarkan data terakhir hari Minggu 14 Agustus 2016 jumlah kumulatif jemaah termasuk dengan petugas yang tiba di Madinah berjumlah 34.280 orang.Sementara itu data terakhir (14/8), terdapat tiga jmaah haji yang wafat dengan rincian dua jemaah meninggal akibat Cardiovascular Diseases dan satu orang lagi meninggal akibat Infectious and Parasitic Diseases.

Terpisah, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Muchtaruddin Mansyur mengimbau jemaah haji yang berangkat untuk senantiasa menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.“Selalu jaga kebersihan, cukup minum air putih, gunakan alas kaki karena cuaca di sana sangat panas. Dengan kesehatan optimal, ibadah juga akan maksimal,” kata Muchtar,” pungkasnya.

Sumber : Metrotabagsel

Admin : Musly Joss St

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...