Kafe Remang-remang Dibakar

Massa saat tiba di lokasi lalu melakukan pembakaran.

Massa saat tiba di lokasi lalu melakukan pembakaran.

START _NEWS – PALAS – Kafe remang-remang di Sibuhuan kembali dibakar massa. Sedikitnya, empat bangunan kafe berupa semi permanen ludes setelah dibakar ramai-ramai oleh warga Jumat (1/1) lalu.

Tak hanya itu, satu penginapan yang disebut-sebut sering jadi tempat mesum di Sangkilon turut diobrak-abrik massa yang berjumlah sekitar seribuan orang waktu itu.

Peristiwa menghebohkan ini mengawali perjalanan tahun 2016 di Kabupaten Padang Lawas. Tak tanggung-tanggung, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Ronny Samtama langsung turun ke lokasi bersama Bupati Padang Lawas H Ali Sutan Harahap (TSO), usai kejadian.

Saat itu, sekitar seribuan massa bergerak sama dari Pasar Sibuhuan untuk satu tujuan, membakar kafe remang-remang di Hutalombang Kecamatan Lubuk Barumun. Ada sekitar 4 kilometer perjalanan yang harus ditempuh. Warga pun seakan berkonvoi dengan menggunakan kendaraan menuju lokasi.

Saat itu, pengancaman yang dilakukan tokoh ulama yang juga ketua MUI Lubuk Barumun H Sangkot Hasibuan dicekik oleh satu pemilik kafe, sudah tersebar luas. Di situ, amarah warga langsung terbakar.

Teriakan untuk membakar kafe pun terdengar. Bahkan, bisa dibayangkan, ratusan warga berteriak untuk melakukan pembakaran.

Bupati Padang Lawas H Ali Sutan Harahap sempat meminta masyarakat tidak emosi dan menahan diri. Namun, ajakan itu malah membuat teriakan massa makin kuat.

Massa pun tanpa ada yang mengarahkan langsung menuju Hutalombang. Tiga kafe yang baru dibangun beberapa bulan ini pun dibakar habis. sementra, satu kafe tidak dibakar, karena pemilik bersedia dan langsung membongkar seketika itu juga.

Belum diketahui nilai kerugian akibat amuk massa itu. Kapolres Tapsel pun turun langsung ke lokasi dan bersama bupti meninjau tempat yang dirusak massa.

Ironisnya, pengambil gambar pun sempat jadi sasaran massa waktu itu. Mereka tidak mau pengrusakan itu direkam kamera. “Simpan gambarmu. Simpan hpmu,” teriak mereka kepada setiap warga yang mengambil kamera.

Satu orang yang mengambil gambar sempat jadi sasaran aksi mereka. Pukulan bertubi-tubi ke wajah pria itu.

Dalam setengah tahun terakhir, aksi massa yang membakar kafe dan tempat hiburan sudah dua kali terjadi. Sebelumnya, pada Mei 2015 lalu, kafe di jalur dua juga dihabisi massa dan juga Hotel Istana yang hinggi kini belum diperbaiki pemiliknya.

Beberapa tahun terakhir, seiring dengan mekarnya Padang Lawas sebagai kabupaten tersendiri, geliat hiburan pun mengiringi. Termasuk juga, kafe remang-remang yang sering jadi tempat mesum.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...