Kakan Kemenag Pasaman Kunjungi Pesantren Musthafawiyah Purba Baru

Panyabungan.StArtNews- Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Mandailing Natal Drs. H. Muksin Batubara, M.Pd, Ketua DWP Ny. Hj. Emmi Khairati Lubis, S.KM.,M.Kes dan Pejabat Struktural lainnya dampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pasaman Provinsi Sumatera Barat H. Abdel Haq, S.Ag.,MA,  mengunjungi sekaligus bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal, Sabtu, lalu (27/1)

Rombongan Kemenag Pasaman tersebut disambut Sekretaris Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru,  Munawar Kholil dan beberapa ustadz  di ruang kerja administrasi Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

Pada kesempatan itu, Muksin Batubara memperkenalkan Kepala Kankemenag Pasaman beserta rombongan yang berkunjung kepada Seketaris Pesantren Musthafawiyah, dan menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan dalam rangka silaturrahmi dan sekaligus  mengenal lebih dekat Pesantren ini.

Dikatakan Muksin Batubara, Pesantren Musthafawiyah ini tidak hanya Pesantren terbesar di Sumatera Utara tapi juga termasuk salah satu Pesantren terbesar di Indonesia dengan jumlah santri yang diasuhnya sekitar 12.000 orang lebih. Pesantren ini juga dijadikan rujukan  para ulama dalam membahas hokum-hukum dan kaedah ajaran Islam, serta menjawab persoalan maupun permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat umat Islam.

Sedangkan Munawar Kholil pada kesempatan itu menyampaikan tentang sejarah berdirinya Pesantren Musthafawiyah yang didirikan oleh Syekh Musthafa Husein pada Tahun 1912, dan telah berusia 105 tahun lebih dan telah menamatkan ratusan ribu lebih alumni sejak 1912 sampai sekarang. Para alumninya tersebar di berbagai daerah baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tidak sedikit juga yang sudah terjun di kancah birokrasi pemerintahan, politikus, pengusaha, ulama atau minimal para alumni ini menjadi tokoh agama atau panutan agama di desanya masing-masing.

Ditambahkannya,  salah satu keistimewaan pendidikan di pesantren ini adalah pembelajaran hukum Islam secara mendalam dan komprehensif melalui pengkajian dan pembahasan kitab kitab kuning atau lebih dikenal dengan arab gundul.  Dengan metode pembelajaran yang diterapkan di pesantren ini, diharapkan Musthafawiyah akan terus dapat melahirkan dan mempersiapkan generasi-generasi ulama sebagai pewaris ulama yang mapan dan menguasai kaedah kaedah ilmu dan hukum Islam secara komprehensif.

“Kedepannya Pesantren Musthafawiyah ini diharapkan terus berkiprah dalam pengembangan ilmu keislaman, tidak hanya di Kabupaten Mandailing Natal dan Sumatera Utara tapi juga secara nasional di Indonesia.

Sementara itu,  Kepala Kemenag Kab. Pasaman Abdel Haq, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama Kab.  Pasaman dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di daerah Kab. Pasaman, khususnya pengembangan pendidikan keagamaan pada pondok-pondok pesantren yang ada di Pasaman.

Abdel Haq sangat berharap dengan kunjungan ini dapat memberikan referensi bagi Kantor Kementerian Agama Kab. Pasaman dalam sistem pendidikan pesantren yang bisa diterapkan dan dikembangkan di pesantren-pesantren yang ada di Kab. Pasaman.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...