Kepala Desa Tabuyung “Kangkangi” Permendes No 22

Panyabungan.StArtNews- Kunci keberhasilan dana desa adalah perencanaan yang baik dan keterlibatan warga dalam perencanaan mau pun pengawasan, paling krusial adalah banyak desa belum paham ketika mereka dikasih dana untuk membangun desanya.

Seperti penuturan tokoh pemuda Desa Tabuyung, Sapril, SE kepada StArtNews, kejadian pada 2 Agustus 2017 kemarin, dimana penyelenggaraan musyawarah desa prioritas usulan pembangunan dana desa tahun 2017 yang berlangsung di kantor Kepala Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara terkesan dipaksakan oleh Pj Kepala Desa Tabuyung “BL” karena hanya melibatkan beberapa orang.

Padahal, menurut Permendes nomor 22 tahun 2016 bahwa musyawarah desa diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa. Tapi faktanya, musyawarah desa diundang atau diselenggarakan oleh Pj Kepala Desa Tabuyung, sekaligus bertindak sebagai pimpinan musyawarah dana desa.

Bukan itu saja kata mantan Ketua IMA Madina tersebut, pendamping desa atau pendamping kecamatan tidak hadir mengikuti musyawarah dan hanya diwakili oleh pendamping lokal desa dari desa lain, sehingga menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat.

Masyarakat punya hak untuk juga terlibat dalam rencana pembangunan desa. Untuk itu Sapril meminta agar membatalkan hasil musyawarah yang berlangsung pada 2 Agustus kemarin dan menyelenggarakan musyawarah ulang kembali karena tidak sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Agar tidak menimbulkan polemik lokal di Desa Tabuyung serta mengganggu stabilitas sosial politik yang ada. Maka, Sapril, SE sebagai Dewan Pimpinan Kecamatan Muara Batang Gadis FK-1 meminta kepada Camat Muara Batang Gadis dapat menyikapi lebih arif sebagaimana kondisi yang disampaikan.

Reporter :  Zein Nasution

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...