Kinerja Anggota DPRD Madina Perlu Dipertanyakan

Panyabungan.StArtNews-Banyak kalangan masyarakat acap kali mempertanyakan bagaimana kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) kabupaten Mandailing Natal (Kab.Madina), bahkan dari beberapa kalangan organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan tidak jarang melakukan demonstrasi ke gedung DPRD. Ini semua karena masyarakat menilai bahwa anggota dewan tidak banyak berbuat untuk kemaslahatan masyarakat Madina, bahkan acap kali masyarakat kecewa tatkala masyarakat ingin menyampaikan aspirasi mereka maupun keluhannya anggota dewannya tidak ada di tempat.

Demikian juga beberapa kalangan jurnalis merasa sangat kecewa tatkala mengikuti sidang Paripurna dalam pengambilan persetujuan bersama tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah ( R-APBD) Kab. Madina Tahun Anggaran (TA) 2017 untuk dievaluasi oleh pihak Gubernur Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (30/12) di ruang sidang Paripurna DPRD Madina komplek perkantoran Payaloting, yang langsung dipimpin ketua dewan Hj. Elli Artati, S.Ag didampingi wakil ketua Ir. Zubeir Lubis dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) dan Harminsyah Batubara dari Fraksi Demokrat. Dan sidang Paripurna kali ini termasuk sidang Paripurna terlengkap karena dihadiri seluruh fraksi (7 Fraksi) yang ada di DPRD Madina.

Kekecewaan beberapa kalangan jurnalis saat itu karena para kalangan jurnalis beranggapan sidang Paripurna akhir tahun 2016 akan menjadi sidang Paripurna terpanas sepanjang tahun 2016 karena banyaknya permasalahan yang muncul akhir-akhir ini ditambah lagi banyak proyek proyek pembangunan yang tidak tersiapkan sesuai batas waktunya. Beberapa kalangan jurnalis menanti-nanti pandangan akhir fraksi dari tujuh fraksi yang ada di DPRD Madina, fraksi mana yang akan mengkritik kinerja pemerintah dalam kurun waktu satu semester ini (6 bulan-red). Masyarakat melihat banyak proyek pembangunan yang tidak selesai dikerjakan dan masyarakat tau bahwa anggota DPRD Madina juga tau bahwa banyak proyek pemerintah yang tidak selesai dikerjakan sesuai dengan batas waktunya, ditambah lagi diperkirakan banyak proyek asal jadi alias kurang sesuai dengan kata lain diprediksikan banyak proyek yang siap asal jadi.

Dari tujuh Fraksi di DPRD Madina yakni Fraksi Hanura, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa( F PKB), fraksi Demokrat, fraksi Partai Golkar (F PG), fraksi Gerindra, fraksi Amanat Bintang Persatuan (f ABP) dan fraksi Madani PKN tidak satupun fraksi dalam penyampaian pandangan akhir Fraksinya terhadap R-APBD TA 2017 menyampaikan kritiknya terhadap pemerintah ataupun mempertanyakan Bupati/Wakil Bupati atas beberapa proyek yang tidak terselesaikan sesuai jangka waktu yang ditetapkan. Fraksi Hanura lewat juru bicaranya H. Hamsah, F-PKB yang di bacakan M. Yasir, Fraksi Madani PKN disampaikan H. Bakhri Efendi HSB, SH yang juga ketua fraksi, fraksi Gerindra, fraksi Amanat Bintang Persatuan dan fraksi Golkar serta Fraksi Demokrat semuanya kalau kita baca dari pandangan akhir fraksi tidak satu fraksi pun yang mempertanyakan kepada kepala Daerah (Bupati/Wakil Bupati) kenapa proyek pembangunan banyak yang tidak siap dan apa langkah pemerintah atas persoalan ini.

Ketujuh fraksi terkesan takut untuk memberikan masukan kepada Bupati/Wakil Bupati, padahal kritik itu tidak selamanya jelek, justru dengan mengkritik berarti kita telah memberikan pendapat pada pemerintah agar tidak abai terhadap satu permasalahan untuk dapat diperbaiki agar proses pembangunan berjalan dengan baik dan pemerintahan berjalan dengan damai menuju masyarakat yang sesuai dengan visi misi Bupati/Wakil Bupati demikian disampaikan salah seorang yang hadir dalam sidang Paripurna tersebut dan ditimpali salah seorang anggota dewan yang tidak mau dituliskan namanya mengatakan bahwa anggota dewan sekarang juga sudah banyak yang tidak mau lagi mengikuti tata tertib dewan, seperti anda saksikan sekarang dimana Paripurna ini adalah Paripurna pengambilan keputusan namun banyak anggota dewan yang tidak berpakaian sesuai dengan tatib dewan, anda lihat mereka datang dengan berpakaian seenaknya tanpa mengindahkan tatib, tandasnya.

Reporter : R-ray

Editor : Hendra Ray

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...