Kopi Bisa Jadi Penyumbang PAD Madina

PANYABUNGAN ( Start FM ) – Komoditi kopi saat ini merupakan produk unggulan yang bisa menjadi sektor penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengingat Madina mempunyai sejarah dengan cocok tanam kopi.

1

Salah satu bukti sejarahnya adalah sampai sekarang masyarakat dunia masih mengenal Kopi Mandailing meskipun kopi tersebut bukan dihasilkan dari tanah Gordang Sambilan. Dan, apabila  komoditi Kopi Mandailing kembali dibudidayakan di bawah pengelolaan perusahaan yang dibiayai pemerintah daerah, ini akan menjadi jawaban dan solusi atas keterpurukan ekonomi masyarakat Madina saat ini, pasca turunnya harga karet beberapa tahun terakhir.

Ali Musa Manto Lubis, 50 salah seorang budidaya kopi di Madina belum lama ini menjelaskan, Kopi Mandailing sudah cukup dikenal oleh masyarakat dunia khususnya pecinta kopi, ini dibuktikan dengan banyaknya negara-negara tujuan wisata yang menyediakan coffee shop dan di dalamnya ada Mandheling Coffee.

Menurutnya, masyarakat dunia mengetahui bahwa Mandailing atau Mandheling kopi itu berasal dari Indonesia, namun apabila ditanya di sebelah atau di daerah mana ditemukan Mandailing Kopi itu, mereka akan bingun dan mengaku tidak tahu.

Artinya, masyarakat pecinta kopi dari berbagai negara, mereka tahu kalau Mandheling Coffe itu berasal dari Indonesia, namun mereka tidak akan pernah tahu Mandailing itu ditemukan di daerah mana, maknanya adalah, nama Kopi Mandailing sudah dikenal, tinggal bagaimana supaya produksi kopi Mandailing ini benar-benar memberikan dampak pada kondisi perekonomian masyarakat Madina, karena tidak ada gunanya nama terkenal, sedangkan tidak ada efek atau dampak bagi kemajuan daerah itu sendiri,” ungkap Manto yang juga aktivis perlindungan anak di Madina itu.

Manto mengisahkan, selama empat tahun terakhir, ia bersama beberapa orang temannya telah memulai membentuk kelompok tani khusus perkebunan kopi di wilayah Mandailing Julu. Dan sudah ada puluhan hektare lahan yang mereka siapkan untuk budi daya Kopi Mandailing, bukan itu saja, mereka juga sudah beberapa kali belajar budi daya kopi mandailing, namun di tengah perjalanan, apa yang mereka lakukan itu belum sepenuhnya didukung Pemerintah Kabupaten Madina.

Tentu, menurutnya, apabila tidak ada dukungan dari pemerintah daerah termasuk dukungan teknis dan bantuan anggaran, maka program yang mereka lakukan itu tidak akan bisa berjalan sama sekali, meski seharusnya kebun kopi mandailing yang sudah lama mereka galang seharusnya sudah mulai menuai hasil.

Perencanaanya sudah lama kami lakukan, termasuk sebelum melakukan perencanaan kami sudah beraudensi dengan pemerintah daerah mengenai teknis, termasuk manajemen dan alokasi lahan dan anggaran.

Kontributor : Lokot H. Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...