LSM PMPRI Laporkan Dugaan Korupsi Sejumlah Proyek Provinsi Sumut dan Kabupaten Mandailing Natal ke KPK

Panyabungan, StArtNews- LSM PMPRI perwakilan Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara mengadukan sejumlah dugaan kasus korupsi di sejumlah instansi dibawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Republik Indonesia serta Dinas PUPR Mandailing Natal ke Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Dugaan kasus korupsi yang dilaporkan tersebut yang lokasi proyeknya ada di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara yang membawahi  Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal, Dinas Sumber Daya Air Prov. Sumut dan Bina Marga Sumut.

Ketua DPD LSM PMPRI Provinsi Sumatera Utara Kurniawan Hasibuan, secara khusus pada StArtNews mengatakan bahwa Dugaan temuan penyimpangan tersebut salah satunya berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mandailing Natal, yakni pembangunan jalan dan jembatan yang menggunakan APBD Kabupaten Mandailing Natal tahun 2017. Untuk Angggaran yang menggunakan APBD Provinsi Sumatera Utara yang diposkan di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut itu yakni sejumlah pembangunan jalan dan jembatan tahun anggaran 2016- 2017 yang diduga lari dari RAB.

Tidak hanya disitu saja jelas Kurniawan, pembangunan tanggul penahan banjir dan bronjong sungai di Kabupaten Mandailing Natal yang alokasi anggarannya ditampung di APBD tahun anggaran 2016 – 2017 ikut dilaporkan.

Selain melaporkan dugaan Kasus Korupsi tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, LSM PMPRI ini juga melaporkannya ke Kejaksaan Agung dan Mabes Polri. Kurniawan Hasibuan meminta kepada lembaga penegakan hukum agar segera memeriksa pejabat terkait dengan proyek-proyek pembangunan fisik yang dilaporkan pihaknya karena dari hasil investigasi pihaknya menemukan sejumlah dugaan korupsi termasuk pengurangan sfesifikasi dan volume pada material yang digunakan. Kemudian detail Engineering Desain dan fungsi Pengawasan.

Sesuai data laporan yang dierima StArtNews dari LSM PMPRI melalui Kurniawan Hasibuan, sedikitnya ada 9 paket proyek APBD Mandailing Natal tahun 2017 yang dilaporkan yakni peningkatan jalan Natal-Batahan dengan penawaran pemenang Rp.7.332.646.000, yang dimenangkan tendernya oleh perusahaan PT. Peduli Bangsa. Kemudian pembangunan Jembatan Langgune Kecamatan Batahan tahun anggaran 2017 dengan pagu anggaran senilai Rp.1.000.000.000, proyek ini sendiri dimenangkan tendernya oleh CV. Abadi Karya.

Selain itu ada tiga proyek lagi yang dilaporkan pihak LSM PMPRI yakni Pembangunan jalan menuju pelabuhan Palimbungan ketek di Kecamatan Batahan dengan pagu anggaran Rp.1000.000.000 yang dimenangkan tendernya oleh CV. Natalindo. Ada lagi peningkatan jalan Sari Kenangan Kubangan Tompek di Kecamatan Batahan dengan pagu anggaran tahun 2017 senilai Rp.600.000.000 dikerjakan perusahaan CV. Bintang Bersaudara dan yang terkahir lanjutan Pembangunan Jembatan Natal-Batahan dengan nilai pagu anggaran tahun 2017 senilai Rp.900.000.000. Seterusnya Pembangunan jembatan Kubangan Tompek  Kecamatan Batahan dengan pagu anggaran Rp.1.700.000.000 dimenangkan tendernya oleh CV. Berkah Utama.

Peningkatan Jalan Pasar baru Batahan juga ikut dilaporkan LSM tersebut yakni dengan pagu anggaran APBD Mandailing Natal tahun 2017 senilai Rp.800.000.000 yang dikerjakan oleh CV. Yudha Pratama. Seterusnya lanjutan pembangunan barak putra pada Bumi Perkemahan Sopo Tinjak Kecamatan Batang Natal senilai Rp.300.000.000 dikerjakan oleh CV. Maju Prima.

Sementara untuk kasus dugaan Korupsi yang melibatkan intansi dibawah Kementerian PUPR ada 9 proyek yang masuk dalam laporan LSM PMPRI ke KPK RI termasuk peningkatan struktur  jalan, pembangunan jembatan dan pemeliharaan berkala.

Reporter : Redaksi StArtNews

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...