Madina Gelorakan Syiar Tahfidz Al-Qur’an dan Ekonomi Syariah

Ustadz Yusuf Mansyur saat ramah tamah dengan Kepala Kantor Kemenag Mandailing Natal, Drs. Muksin Batubara, M.Pd didampingi Ketua MUI Mahmuddin Pasaribu, Ketua IPHI, Syafii Siregar, Mudir Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Musthafa Bakri Nasution dan Kasi PAIS Zainal Arifin di Masjid Agung Nur ‘Ala Nur Aek Godang Panyabungan.

Panyabungan.StArtNews- Al-Hafidz Ustazd Yusuf Mansur mengatakan,  sangat penting untuk mengembangkan hafidz Alquran di Indonesia. Kabaupaten Mandailing Natal sebagai lumbungnya Santri dan dikenal dengan  Kota Santri dengan 22 Pondok Pesantren sangat strategis dan cocok untuk melahirkan hafidz-hafidzah Indonesia.

Hal ini disampaikannya Ustadz Yusuf Mansyur  saat ramah tamah dengan Kepala Kantor Kemenag Mandailing Natal, Drs.  Muksin Batubara, M.Pd didampingi Ketua MUI Mahmuddin Pasaribu, Ketua IPHI,  Syafii Siregar, Mudir Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Musthafa Bakri Nasution dan Kasi PAIS Zainal Arifin di Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang Panyabungan, Kamis, (9/3).

Dikatakannya,  rumah Tahfidz merupakan sebuah konsep Pesantren tahfidz mini dengan memanfaatkan rumah sebagai basicnya. Belakangan ini dikembangkan terus menjadi Masjid tahfidz, Mall tahfidz, Kios tahfidz, tahfidz center, Gerobak tahfidz, dan sekolah/madrasah tahfidz.

“Sedangkan rumah Tahfidz,  mulai diperkenalkan dan PPPA Daarul Qur’an di tahun 2009. Tahun itu,  kami mengejar pertumbuhan jumlah penghafal Al-Qur’an, dengan membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi pengelola, santri bahkan pengajar tahfidz, ”ujar Pendiri Rumah Tahfidz PPPA Daarul Qur’an ini.

Rumah Tahfidz adalah rumah yang dipakai untuk pembibitan dan melahirkan penghafal Al-Qur’an dan tempat untuk anak anak belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris. Disamping itu juga dibina semangat kewirausahaan yang ditanamkan kepada hafidz – hafidzah sejak dini untuk mengenal ekonomi syariah.

Ditambahkannya, sudah saatnya umat Islam selaku penduduk terbanyak dan pelaku ekonomi terbesar untuk melaksanakan prinsip prinsip ekonomi syariah dalam membangun ekonomi umat dan sebagai salah satu solusi dalam mengentaskan kemiskinan umat serta menghambat liberalisasi perdagangan dunia yang semakin menindas ummat .

Sedangkan Kepala Kantor Kemenag Kab.  Mandailing Natal, Drs. Muksin Batubara, M.Pd mengucapkan terimakasih dan memohon kesediaan Al-Hafidz Ustadz Yusuf Mansyur untuk dapat memperkenalkan Rumah Tahfidz dan ekonomi Syariah yang diasuh dan dikelolanya kepada para Ulama, Muzakki, Pengusaha Islam, Pimpinan Pondok Pesantren dan masyarakat Mandailing Natal.

Harapan ini juga disampaikan dan dikuatkan  Ketua MUI Madina,  Mahmuddin Pasaribu, Ketua IPHI Syafii Siregar, Mudir Pesantren Musthafawiyah Musthafa Bakri Nasution, Kasi PAIS Zainal Arifin yang juga Ketua PC NU Mandailing Natal.

“Alhamdulillah,  Al-Hafidz Ustadz Yusuf Mansyur telah berkenan dan akan meluangkan waktunya pada tanggal 03 Mei 2017 nanti.  Insya Allah beliau akan bersilaturrahmi lagi ke Bumi Gordang Sambilan ini untuk   menjelaskan dan memperkenalkan Tahfidz Al-Qur’an dan Ekonomi Syariah kepada masyarakat Madina,” ujar Muskin Batubara.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...