Manasik Haji di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan

Panyabungan, StArtNews- Kakan Kemenang Mandailing Natal Drs. Muksin Batubara,  M.Pd melalui  Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Irfansyah Nasution, S.Ag.,MM mengatakan,  saat melaksanakan ibadah haji, jamaah haji  dilarang berbuat dan berperilaku rafats, berbuat fusuq, dan jidal.

“Sifat dan perbuatan rafats adalah mengeluarkan perkataan tidak senonoh yang mengandung unsur kecabulan (porno), yang membangkitkan nafsu birahi (syahwat). Termasuk keinginan untuk melakukan hubungan suami istri.

“Sedangkan fusuq, yakni perbuatan maksiat, bertindak zalim terhadap orang lain,  seperti mengambil haknya atau merugikannya, dan berbuat sesuatu yang dapat menodai akidah,  merusak alam tanpa ada alasan yang membolehkanya”.

“Sementara jidal itu adalah hal-hal yang dapat menimbulkan emosi lawan maupun orang itu sendiri,  seperti bertengkar, berbantah-bantahan hanya untuk memperebutkan kamar, kamar kecil, makanan dan sebagainya,” ujarnya.

Hal ini disampaikan Irfansyah Nasution saat menjadi nara sumber pada pelaksanaan bimbingan manasik haji bagi Calon Jamaah Haji (CJH) yang difasilitasi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panyabungan, di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan, Senin, (5/1).

Menurutnya,  tujuan dari ibadah haji adalah penyucian jiwa, dan wujud dari ketundukan, dan kepatuhan terhadap Allah SWT, untuk mencapai haji yang mabrur, yaitu haji yang tidak ada balasan yang paling pantas bagi yang mengerjakannya, kecuali surga.

Untuk menggapai haji mabrur itu, seseorang CJH harus berupaya meninggalkan sifat-sifat yang tersebut dalam surah Al-Baqarah ayat 197, serta meninggalkan sifat dan perbuatan yang merendahkan diri kita sebagai hamba Allah yaitu akhlak majmumah, serta berharap kepada para CJH untuk dapat selalu berbait baik dan saling membantu selama pelaksanaan ibadah haji nantinya.

Reporter : Lokot Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...