Palas Aman dari Vaksin Palsu

START FM : Merebaknya isu vaksin palsu di sejumlah daerah, Pemkab Palas melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan daerah tersebut bebas dari vaksin palsu.

“Vaksin imunisasi polio bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif atau imunitas terhadap anak dalam mencegah terjangkitnya penyakit polio atau lumpuh layu, sampai kini, di Kabupaten Palas, vaksinya masih legal atau aman, selagi pelaksanaan vaksinasi itu dilakukan di jararan Dinkes Palas,” kata Kepala Dinkes Palas Leli Ramayulis SKM.

“Kayaknya, kalau di Palas ini tidak ada vaksin palsu. Apalagi di jajaran kita (Dinkes Palas – red) mulai dari puskesmas hingga ke posyandu, karna vaksin yang kita pakai pengadaannya langsung dari Kementerian dan didistribusikan ke Dinas Kesehatan provinsi hingga sampai ke kita di daerah ini,” katanya.

Soal kepastian kebenaran tidak adanya vaksin palsu yang beredar di jajaran Dinkes Palas lanjutnya, berdasarkan hasil monitoring pihaknya bersama Wabup Palas baru-baru ini, dengan mengunjungi ke seluruh puskesmas, ke RSUD Sibuhuan dan RS Permata Madina di Sibuhuan. “Hasilnya, peredaran vaksin palsu di Kabupaten Palas nihil,” jelasnya.

 Palas Aman dari Vaksin Palsu

Untuk mengatasi rasa kekhawatiran masyarakat Palas akan beredarnya vaksin Palsu itu, Dinkes Palas sudah mengedarkan himbauan ke seluruh Puskemas, pustu hingga ke Posyandu atau pos-pos imunisasi polio yang tersebar di Palas.

“Kemarin, kita sudah mengedarkan pemberitahuan dan himbauan kewaspadaan terhadap peredaran vaksi palsu hingga ke tingkat posyandu, agar masyarakat kita di sini tidak merasa was-was untuk mengikuti program imunisasi balitanya di jajaran kita,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPRD Palas Saiful Bahri Daulay yang juga anggota Komisi A DPRD Palas sebagai mitra kerja Dinskes Palas, mengungkapkan rasa kekhawatirannya terhadap peredaran vaksin palsu itu di Palas.

Pihaknya berencana akan menanyakan langsung kepada Dinkes Palas, untuk mengetahui pasti peredarannya, apakah daerah Kabupaten Palas aman dari peredaran vaksin palsu.

“Saya khawatir soal peredaran vaksin palsu di masyarakat kita, nanti saya tanya ke Dinkes Palas apa langkah untuk perlindungan kesehatan masyarakat Palas terkait isu peredaran vaksin palsu itu. Kita berharap vaksin itu tidak beredar di Palas,” katanya.

sumber : HarianMedanBisnis

Admin : MJS

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...