Para Kader Golkar yang Dipecat Disarankan Direhabilitasi dalam Rapat Perdana

3MUSIK & INFORMASI SIANG : Partai Golkar disarankan melakukan rehabilitasi terlebih dulu terhadap para kader yang sempat dipecat oleh Aburizal Bakrie. Langkah itu sebaiknya dilakukan dalam rapat perdana DPP Golkar hasil kepengurusan Riau, Kamis (4/2/2016) sore.

Tercatat ada 17 kader yang dipecat saat pelaksanaan saat pelaksanaan Munas Bali berlangsung.

“Merehabilitasi figur yang dipecat sangat penting untuk menjaga psikologi politik dari kedua kubu yang bertikai,” kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto saat dihubungi, Rabu (3/2/2016).

Dengan merehabilitasi kader yang dipecat, kata Gun-Gun, maka akan tercipta kepengurusan Golkar Munas Riau yang utuh.

Tak akan terjadi lagi dominasi antara kepengurusan Munas Bali dan kepengurusan Munas Ancol yang dipimpin Agung Laksono.

“Jika rapat perdana masih berpola dominatif dan tidak menunjukkan good will serta political will untuk membangun mutual understanding, maka susah mewujudkan kohesi politik jelang Munaslub mendatang,” ucap Gun-Gun.

Terlebih lagi, lanjut Gun-Gun, beberapa kader yang dipecat disebabkan karena mendukung pasangan Joko WidodoJusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014.

Nyatanya, saat ini Aburizal pun sudah menyatakan dukungan ke pemerintahan Jokowi-JK. Alasan pemecatan sudah menjadi tidak relevan.

Akan lebih baik jika status mereka direhabilitasi karena Golkar saat ini sudah mempunyai tujuan yang satu, yakni mendukung pemerintah.

“Ini penting rapat perdana tersebut akan sangat krusial dan bisa menjadi indikator apakah rekonsiliasi akan benar-benar terwujud,” ucapnya.

Adapun 17 kader Golkar yang dipecat saat pelaksanaan Munas di Bali adalah Ace Hasan Syadzili, Lamhot Sinaga, Melchias Markus Mekeng, Andi Sinulingga, Lawrence Siburian, Agun Gunandjar Sudarsa, Leo Nababan.

Kemudian, Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Yorrys Raweyai, Ibnu Munzir, Djasri Marin, Zainudin Amali, Ricky Rahmadi Kusumonegoro, Juslin Nasution, Agus Gumiwang, dan Nusron Wahid.

Pemecatan diberikan karena mereka membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar. Dua nama terakhir juga dipecat karena mendukung Jokowi-JK saat pilpres.

Aburizal dan Wakil Ketua Umum Agung Laksono sebelumnya sepakat merehabilitasi kader partai yang pernah dipecat selama sengketa kepengurusan berlangsung.

Mereka juga sepakat menyelenggarakan musyawarah nasional dalam waktu dekat.

“Keputusannya kan sudah jelas nama-namanya, keputusan Menkumham jelas dan nama itu akan kita pertahankan, juga di daerah, dimulai dari Munas Riau,” ujar Aburizal di Rumah Dinas Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016).

Sumber : Kompas.Com

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...