Pembangunan Akses Palas- Madina Buka Peluang Baru

ilustrasi

START NEWS – Pembangunan infrastruktur jalan penghubung Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan Padang Lawas (Paksa), merupakan solusi tepat guna memacu ekonomi kerakyatan di dua daerah tersebut.

Terkhusus bagi masyarakat Madina, akses jalan ini akan dapat menjawab impian masyarakat yang ingin keluar dari ketertinggalan ekonomi, sosial, budaya dan transformasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat ekonomi Saparuddin Haji bersama salah seorang pengusaha percetakan Madina Dia Ulhaq, saat berbincang-bincang dengan andalas, Minggu (7/2) di Lingkar Timur Green Resto Panyabungan.

Saparuddin Haji mengatakan, pada prinsipnya sudah banyak pandangan tertuju pada kondisi infrastruktur jalan penghubung Madina dengan Palas, bukan hanya pemerintah daerah di dua kabupaten, tetapi ini juga sudah mendapat tanggapan dari Pemerintah Provinsi.

“Tentu kita sangat mengapresiasi keinginan Pemkab Madina dan Palas juga Pemprov Sumut atas rencana pembangunan akses jalan tersebut, hanya saja kita ingin ini bukan hanya sekedar wacana belaka (dream), melainkan merupakan niat dan itikad kuat untuk merealisasikan pembangunannya agar segera terwujud,”ujar mantan Cabup Madina 2016-2021 tersebut.

Masih Saparuddin Haji atau yang akrab disapa Akong, karena ini menyangkut kehidupan masa depan rakyat dan ketika pembangunan jalan itu terwujud, akan ada perkembangan ekonomi rakyat yang cukup signifikan.

“Banyak dampak pembangunan jalan penghubung Madina–Palas, seperti merangsang peningkatan kegiatan perekonomian, berkembangnya usaha di sektor perkebunan, perdagangan, industri dan jasa,”katanya.

Kemudian bila dilihat dari segi sosial, pembangunan jalan ini akan mempermudah masyarakat memperoleh transportasi dan informasi, tentu hal itu dapat merubah mindset dan pola pikir warga yang selama ini bertempat tinggal di sejumlah Desa terisolir baik yang berada di kawasan Madina maupun Padang lawas. Jelas Saparuddin Haji yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Madina tersebut.

“Kita semua sedikit banyaknya sudah tahu bagaimana kondisi hidup masyarakat yang berada di bukit Tor Sihite atau pembatas antara Madina dengan Palas. Secara ketentuan undang-undang, mereka berhak mendapat kehidupan yang layak sama dengan kita, namun faktanya jauh berbeda,”ujarnya.

Bisa diamati, ribuan hektar lahan disana yang tak dapat dimanfaatkan masyarakat akibat tidak ada akses pendukung. Namun, apabila pembangunan jalan tembus Madina-Palas terwujud, lahan yang selama ini tak tersentuh akan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan kehidupan rakyat, tentu pemerintah juga diharap melanjutkan pembangunan di bidang pemberdayaan SDA dan SDM masyarakat setempat, agar program pemerintah itu tepat guna.

Saparuddin Haji menambahkan, apabila pembangunan jalan sudah terwujud, Pemerintah selanjutnya melakukan kajian terhadap kultur tanah di daerah itu, tujuannya adalah supaya lahan-lahan yang belum tersentuh itu dapat dimanfaatkan masyarakat di bawah pengawasan dan pembinaan pemerintah.

Misalnya, lahan mati yang luasnya mencapai ribuan hektar itu, apabila kultur tanahnya cocok untuk perkebunan komoditi kopi, Pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat atau dengan pihak ketiga dalam pengelolaannya, atau misalnya komoditi lain seperti tanaman holtikultura.

Karena dia yakin, alih fungsi hutan ini bisa memberi dampak positif bagi masyarakat setempat yang pada akhirnya bisa menghasilkan PAD bagi daerah khususnya menyikapi RUU pemekaran Sumatera, ini masih gambaran kecil mengenai dampak positif atas pembangunan jalan penghubung Madina-Palas.

“karena begitu banyak manfaatnya bagi percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat ke depan, apalagi untuk memperkokoh pondasi ekonomi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),”tandas Akong dan Dia Ulhaq.

sumber :HarianAndalas

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...