Pembukaan Percetakan Sawah Baru Perlu di Ulu Pungkut

Warga Kecamatan Ulu Pungkut Kab. Mandailing Natal mengharapkan agar Pemkab Madina segera membuka percetakan sawah baru di daerah tersebut.

Ulu Pungkut.StArtNews-Warga Kecamatan Ulu Pungkut Kab. Mandailing Natal  mengharapkan agar Pemkab Madina segera membuka percetakan sawah baru di daerah tersebut. Sebab, lahan untuk percetakan sawah baru di daerah ini masih memungkinkan,  letaknya di Hutanagodang persisnya di Batahan Siulak-ulak.

Harapan itu di katakan tokoh pemuda kecamatan Ulu Pungkut Syafruddin Lubis kepada Wartawan, Jum’at (27/1). Menurutnya, pembukaan percetakan sawah baru ini sudah sangat urgen. Sebab, diperkiarakan lahan tertinggal di daerah ini masih luas mencapai 3000 Ha. Jadi kalau di manfaatkan untuk percetakan sawah baru sangat membantu perekonomian warga.

Dikatakannya, kalau dihitung luas persawahan yang dikelola warga selama ini masih sedikit. Saat ini jumlah penduduk Ulu Pungkut 5000 dengan 1200 KK, sedangkan luas persawahan yang dikelola warga hanya berkisar 150 Ha. Jadi setiap KK hanya mendapat 0,12 Ha, jumlah ini tentunya sangat minim karena rata-rata mata pencaharian warga di daerah adalah bertani”.

“Jadi untuk meningkatkan pendapatan warga, kedepan kiranya perlu membuat percetakan sawah baru. Kebetulan di daerah ini masih banyak tanah kosong yang bisa digarap, yaitu di daerah Batahan Siulak-ulak yang jaraknya dari Desa Hutanagodang sekitar 13 km, tanah ini merupakan tanah Ulayat Ulu Pungkut. Sedangkan infrastruktur jalan ke areal ini sudah di buka tahun 2008 sepanjang 5 Km, jadi tinggal beberapa kilometer lagilah yang perlu pembukaan ”, ujar Syafruddin.

Dilanjutkannya, “Sekitar 30 tahun lalu areal ini  adalah garapan warga, dan jalan ke areal ini dulunya sudah dibuka sepanjang 16 km waktu Gubernur Sumatera Utara di jabat Putra Hutanagodang yaitu Raja Junjungan Lubis. Mungkin karena ditinggal begitu saja, jalan tersebut kembali menjadi semak belukar. Inilah yang terus kita upayakan agar infrastruktur ke daerah ini dapat di buka kembali”.

Sebab, Kalau jalur ini memang dibuka, maka ia akan tembus ke desa Simpang Tonang (Sumatera Barat), otomatis perekonomian warga Ulu Pungkut akan berkembang. Selama ini perekonomian warga Ulu Pungkut boleh dikatakan terkungkung, sebab daerah ini hanya bisa dilalui dari satu jalur, yaitu dari Kotanopan yang jaraknya mencapai 20 km. Tapi kalau jalur ini di buka maka akan  tembus ke Provinsi Sumatera Barat, dengan sendirinya akan terjadi perbauran masyarakat dan taraf perekonomian warga akan meningkat”, katanya.

Selain untuk percetakan sawah baru, daerah Batahan Siulak-ulak ini bisa juga di jadikan untuk perluasan pemukiman. Sebab, boleh dikatakan di daerah Hutanagodang ini pemukiman warga sekarang sudah semakin sempit seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

“Daerah ini juga sangat cocok untuk membuka pemukiman baru, sebab daerah Hutanagodang sudah semakin sempit. Bahkan, di antara warga banyak yang menjadikan areal persawahan untuk bangunan rumah, akibatnya  areal sawah yang di kelola warga semakin sempit”, kata Syafruddin.

“Untuk merealisasikan ini, kita sangat berharap kepada Pemkab Madina untuk membuka jalur dan areal kosong ini untuk dibuat percetakan sawah baru. Ini semua kita lakukan agar perekonomian warga meningkat. Kalau nanti Pemkab mengabulkannya, saya yakin pendapatan warga akan semakin naik. Untuk itu, kepada semua pihak agar membantu rencana ini, terutama kepada putra-putra daerah yang ada di perantauan”, ujarnya.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...