Pengusaha Besi Tua Terimbas Krisis

besi-tuaSTART NEWS- MADINA – Krisis ekonomi global berimbas terhadap harga limbah besi, tembaga, timah dan logam mulia lainnya yang terus mengalami penurunan hingga mengakibatkan pengusaha besi tua mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Sejumlah pengusaha limbah besi tua atau barang rongsokan yang ditemui di mandailing natal,Sabtu, mengatakan, harga besi tua saat ini hanya Rp3.000 per kilogram.Padahal, sebelum krisis pada Juli 2008 lalu, harga besi tua dijual dengan harga Rp18.000 per kilogram.

Harga tembaga juga turun dari Rp62.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, harga alumunium turun dari Rp24.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, logam turun dari Rp32.000 menjadi Rp18.000, dan harga timah turun dari Rp27.000 menjadi Rp17.000 per kilogram.

Seorang pengusaha besi tua di Jl lintas sumatera utara, sinonoan, Marsadi, saat di temui oleh reporter start fm MJ Start,minggu 15 Februari 2016, mengatakan, akibat krisis ekonomi itu, ia terpaksa melakukan pengurangan jumlah karyawannya. “Tadinya karyawan saya sebanyak enam orang dan dua orang sopir, tapi kini karyawan saya tinggal tiga orang dan satu orang sopir. Saya terpaksa mengurangi jumlah karyawan karena saya mulai merugi,”.

Marsadi menambahkan, penurunan harga besi, tembaga, timah, dan logam mulia lainnya itu sudah mulai terjadi sejak bulan Agustus 2008 yang lalu lantaran harga besi dan timah tersebut di luar negeri mengalami penurunan, sehingga mengakibatkan harga besi, timah dan tembaga di dalam negeri juga mengalami penurunan.

“Akibat penurunan harga ini, sejak Agustus 2008 yang lalu, kerugian yang saya peroleh mencapai Rp120 juta atau rata-rata per bulannya sekitar Rp30 juta,” katanya. Dia mengatakan, dirinya rugi karena saat membeli barang-barang tersebut masih tinggi, Namun, ketika dijual harga tersebut langsung jatuh.

Ia menambahkan, sebelum krisis ekonomi ini terjadi, pihaknya memperoleh omzet mencapai Rp500 juta per tahun, namun kini hanya mencapai Rp10 juta per bulan.Sementara stok barang yang masih tersisa sekitar Rp300 juta. Untuk mengatasi kerugian yang akan terjadi, pihaknya akan menahan stok barang yang lama untuk tidak dijual pada saat harga barang jatuh drastis, namun pihaknya tetap akan melakukan pembelian barang-barang bekas tersebut dengan harga saat ini.

Hal senada juga dikatakan pengusaha besi lainnya di Jl merdeka, kayujati panyabungan, Ahmad Husain.  “Kerugian yang saya alami hanya sekitar Rp10 juta sejak krisis ekonomi ini terjadi pada bulan Juli lalu” .

Menurut dia, omzet penjualan sebelum krisis ekonomi ini terjadi mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan,namun saat ini mengalami penurunan sekitar 70 persen.Ia berharap kepada pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut, agar para pengusaha tidak mengalami gulung tikar.

Reporter : Musly Joss Start

 

 

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...