Penyakit Padi Mengganas, Warga Manambin Cemas

Kotanopan.StArtNews- Warga desa Manambin Kec. Kotanopan Kab. Mandailing Natal merasa cemas, pasalnya sebagian tanaman padi mereka yang berumur satu setengah bulan terserang penyakit.

Areal tanaman padi yang di serang penyakit ini terdapat di daerah Saba Porlak dan Saba bolak. Saat ini,  kondisi tanaman padi tidak bisa berkembang, daunnya memerah dan layu, bagian urat padi rusak dan akhirnya tanaman padi mati atau masak layu.

Fajaruddin, salah seorang petani yang padinya di serang penyakit mengakui kalau padinya sudah hampir dua minggu terserang penyakit ini.  Awalnya hanya beberapa batang, namun dalam hitungan satu malam hampir semua daun padi sudah warna merah.

“Melihat kondisi tanaman padi ini,  saya merasa cemas,  sebab hasil tanaman padi ini nantinya direncanakan untuk belanja satu tahun kedepan.  Saya tidak tahu lagi kalau padi ini benar benar rusak”, ujar Fajaruddin.

Dikatakannya,  pihak Penanggung Jawab Hama dan Penyakit (PHP) dan PPL dari Dinas Pertanian memang sudah turun memeriksa padi ini, namun masalahnya para petani di sini terkendala dana untuk membeli obatnya. Jadi kita berharap agar pihak Pemerintah membantu obat obatan untuk membasmi penyakit padi ini.

Hal yang sama juga dikatakan Sukri Lubis.  Pengakuannya hampir seluruh tanaman padinya sudah terserang penyakit ini. Saat ini,  pihaknya sangat berharap  bantuan  obatan – obatan dari Pemerintah agar penyakit  padi ini menghilang.

Sedangkan Kepala Desa Manambin,  Erwin Lubis yang dihubungi, Senin (24/7) mengakui  kalau saat ini warganya merasa cemas terhadap penyakit padi yang menimpa daerahnya.  ” Penyakit padi ini tergolong ganas,  sudah banyak padi warga yang rusak. Terkait dengan Dinas Pertanian sudah turun kemari. Masalahnya saat ini warga terkendala untuk membeli obatnya”,  ucapnya.

Sedangkan Penanggung Jawab Hama Penyakit (PHP)  untuk daerah Kotanopan,  Alpi Sahri yang dihubungi mengakui sudah turun ke lokasi dan langsung memantau tanaman padi yang terserang penyakit ini.  Pihaknya juga sudah menyampaikan cara pengobatan yang dilakukan terkait serangan penyakit ini.

Arya Beni Daulay,  salah seorang PPL yang ikut turun langsung kelokasi mengatakan,  melihat dari cirri-cirinya, jenis penyakit yang merusak padi ini adalah penyakit Blas.  Penyakit ini di akibatkan bakteri, dan cara mencegahnya dengan penyemprotan dengan obat tertentu dan pemupukan.

” Saat kita memantau kondisi padi ini sudah kita sampaikan kepada para petani bagaimana cara pengobatannya.  Sampai saat ini kondisi tanaman padi ini masih terus kita pantau.

Untuk membantu para petani. Kita sedang berupaya melobi Dinas Pertanian agar memberikan pengobatan gratis”. ujarnya.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...