Perjuangkan Harga Karet

START FM  : Tokoh masyarakat Pantai Barat Madina Zulkarnen Nasution SE berharap agar wakil rakyat yang ada di parlemen DPR RI asal Dapil Sumatera Utara II yang meliputi wilayah Tabagsel memperjuangkan harga karet yang belakangan mulai terpuruk.

“Apalagi, selama dua tahun belakangan harga karet khususnya di Kabupaten Madina sangat murah,” kata Zulkarnen Nasution, di Panyabungan.

Zulkarnen mengatakan, harga karet seharusnya bisa diperjuangkan wakil rakyat yang berada di DPR RI, karena karet merupakan sumber penghasilan kebanyakan masyarakat di wilayah Tabagsel khususnya Madina.

“Kita berharap anggota DPR yang berasal dari Dapil Sumut II memperjuangkan harga karet agar kembali stabil. Kami yakin apabila wakil rakyat mau berjuang, harga karet bisa naik bahkan stabil mengingat persoalan kecil saja bisa dibawa ke paripurna DPR RI. Misalnya ojek dan sebagainya. Sementara karet yang merupakan sumber penghasilan jutaan rakyat di Sumut tidak diperjuangkan,” ungkap Zulkarnen yang juga anggota DPRD Madina.

Pekerja mengumpulkan getah karet di kebun karet PT. Perkebunan Nusantara IX Selo Sabrang, Bejen, Temanggung, Jateng, Kamis (27/11). Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) memproyeksikan, volume ekspor karet tahun ini berpotensi di bawah target yaitu diperkirakan pada kisaran 2,5 juta ton-2,6 juta ton dari target yang ditetapkan sebelumnya yakni sekitar 2,7 juta ton. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/ss/mes/14

Pekerja mengumpulkan getah karet di kebun karet PT. Perkebunan Nusantara IX Selo Sabrang, Bejen, Temanggung, Jateng, Kamis (27/11). Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) memproyeksikan, volume ekspor karet tahun ini berpotensi di bawah target yaitu diperkirakan pada kisaran 2,5 juta ton-2,6 juta ton dari target yang ditetapkan sebelumnya yakni sekitar 2,7 juta ton. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/ss/mes/14

Ia juga menyebutkan, kedatangan Presiden RI Jokowi ke Sumut pada Maret lalu sempat menyinggung masalah harga karet ini.

“Sudah dua tahun masyarakat menderita karena harga karet murah dan hanya di kisaran Rp7 ribu perkilogram. Bahkan sering turun menjadi Rp5 ribu per kilogram,” ujarnya.

Harga karet banyak berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Seperti pemilik kebun karet yang mempekerjakan tukang deres. Tetapi karena harganya murah, si pemilik kebun karet menyetop produksi karet. Tentu hal ini berdampak terhadap tukang deres yang harus kehilangan pekerjaan.

Selain itu, sambung Zulkarnen, banyak pelajar yang terpaksa berhenti sekolah karena orangtuanya hanya mengharapkan hasil karet tidak dapat lagi membiayai kebutuhan anaknya yang sekolah di perguruan tinggi.

Karena itulah, Zulkarnen berharap kepada anggota DPR RI yang berasal dari Sumut II supaya benar-benar membawa harga karet ke paripurna untuk dicarikan solusi agar harganya bisa stabil.

Sumber : Metro Tabagsel

Admin : MJS

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...