Petani Karet Menjerit, Harga Karet “Terjun Bebas” Ke Rp. 7000

Petani karet menjerit karena harga karet turun

Kotanopan.StArtNews-Petani karet di Kab. Mandailing Natal menjerit,  pasalnya harga karet di Pasar tradisional Kecamatan Kotanopan Kab. Mandailing Natal, Sabtu (15/4) terjun bebas ke Rp. 7000-7500. Padahal, satu minggu sebelumnya harga karet masih mencapai Rp.8500.

Turunnya harga karet ini tentunya sangat berimbas kepada ekonomi warga. Sebab, hampir 80 persen profesi warga di wilayah Mandailing Julu adalah Petani karet. Pantauan di Pasar Kotanopan, Sabtu lalu jumlah warga yang berbelanja tergolong sunyi. Padahal, biasanya pekan tradisional ini selalu ramai dikunjungi warga.

Anjloknya harga karet ini semakin melengkapi penderitaan petani karet di wilayah ini. Apalagi saat ini anak anak di sekolahnya menghadapi Ujian Nasional (UN ) dan menghadapi tahun ajaran baru, tentunya keperluan sekolah semakin meningkat.

” Turunnya harga karet ke level Rp. 7000 tentunya cukup menyulitkan bagi petani karet. Harga barang yang dibeli tidak sesuai lagi dengan hasil penjualan karet. Sedangkan di satu sisi kebutuhan rumah tangga semakin naik dan meningkat.” ujar  Muslim Lubis warga Kotanopan.

Sedangkan Syamsul Anwar salah seorang petani karet di wilayah Kotanopan mengharapakan agar Pemerintah segera melakukan tindakan untuk menstabilkan kembali harga karet ini. “Warga sudah terlalu lama menderita, jangankan untuk menyekolahkan anak,  untuk menutupi kebutuhan sehari hari saja warga sudah kesusahan”, harapnya.

Sedangkan Aisyah, salah seorang ibu rumah tangga di Kotanopan mengatakan, sudah dua kali hari pekan dirinya tidak berbelanja di Pasar tradisional Kotanopan di sebabkan tidak adanya uang untuk belanja.

Suaminya yang berprofesi sebagai petani karet tidak bisa mengumpul karetnya dari kebun miliknya di sebabkan hujan terus mengguyur daerah ini selama dua minggu terakhir.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...