Petani Semakin Sulit Penuhi Kebutuhan Hidup

MALAYSIA_COMMODITY_RUBBER_191114_TMINAZIRSUFARI_04START NEWS-MADINA– Selama sebulan terakhir, petani karet di Kabupaten Mandailing Natal mengeluh atas harga karet yang tak kunjung naik. Berbeda dengan harga kebutuhan pokok yang semakin hari semakin melonjak dan terus naik. Masyarakat pun menilai pemerintah tutup mata dan membiarkan kondisi ini terus terjadi. Rabu ,11 november 2015

“Bayangkan pak, selama sebulan ini harga getah karet di tempat kami hanya Rp5 ribu hingga Rp6000 ribu per kilogram. Untuk membeli beras 5 liter saja membutuhkan 10 kg karet. Belum lagi kebutuhan pokok lainnya yang harganya terus naik. Ini tidak adil. Pemerintah seolah-olah terus membiarkan situasi ini terus terjadi,” kata Nafi, petani karet di Desa Tanjung Kecamatan Panyabungan Timur kepada reporter START FM di Panyabungan.

Padahal, disampaikan Nafi l, mayoritas masyarakat di Kecamatan Panyabungan Timur berpenghasilan dari berkebun karet. Selama harga karet yang hanya maksimal Rp6 ribu per kilogram, para petani sudah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, belum lagi dalam seminggu ini kondisi cuaca yang lagi hujan.

“Saat ini ekonomi kami memang sulit, disebabkan harga karet yang murah dan harga bahan makanan yang terus naik. Jangankan untuk kebutuhan mingguan, untuk kebutuhan hidup seperti belanja sehari-hari saja susah,” ujarnya.

Harapan para petani, Pemkab Madina agar melakukan upaya intensif dalam menangani masalah harga karet ini, supaya harganya bisa normal kembali setidaknya Rp10 ribu per kilogram, karena memang di Panyabungan Timur harga karet murah bila dibandingkan dengan wilayah kecamatan lain.

Sebab para petani karet di Panyabungan Timur mengambil hasil deresan karetnya setiap hari, sedangkan petani karet di kecamatan lain, mengambil getah karetnya dua kali dalam seminggu.

Pantauan START FM di beberapa wilayah kecamatan di Madina, harga karet selama sebulan terakhiri ini memang tidak pernah naik. Seperti di kecamatan Siabu, harga di tingkat petani hanya sekira Rp9 ribu per kilogram, sedangkan di wilayah Kecamatan Batang Natal Rp11 ribu per kilogram dan di Kecamatan Kotanopan seharga Rp9 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.

“Harga normal di sejumlah daerah itu adalah Rp20 ribu per kilogram,” sebut salah seorang pengumpul getah karet di panyabungan ,Latif Lubis.(Musly Start)

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...