Pimpinan KPK Akan Telaah Hasil Audit Petral

11MUSIK & INFOMASI PAGI – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Adnan Pandu Praja menyatakan pimpinan KPK akan menelaah hasil audit forensik PT Pertamina Trading Energy Ltd (Petral) yang diserahkan PT Pertamina (Persero). Namun masa jabatan Pandu dan keempat pimpinan KPK Jilid III ini tak sampai sebulan lagi.

“Kami sudah mau pensiun, kami berharap itu diproses,” kata Pandu kepada Tempo, Senin, 16 November 2015.

Menurut Pandu, penelaahan kasus butuh waktu lama. Sebab, KPK tidak bisa menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan bila kasus tersebut kurang bukti namun buru-buru dinaikkan ke tahap penyidikan. “Kami butuh waktu.”

KPK, kata Pandu, juga belum bisa minta Badan Pemeriksa Keuangan mengaudit investigasi sistem pengadaan minyak di Petral. Sebab, rekomendasi permintaan audit investigatif muncul setelah gelar perkara. “Kami telaah dulu. Tidak gampang itu muncul rekomendasi audit investigasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengaku telah menyerahkan hasil audit forensik Petral ke KPK Senin pagi. Dwi mengklaim penyerahan tersebut atas permintaan dari KPK.

Audit forensik dari auditor internasional Kordha Mentha menyebutkan adanya mafia yang menyebabkan pengadaan minyak oleh Petral menjadi lebih mahal. Audit periode 2012-2014 itu menemukan kejanggalan karena sejak 2012 Petral selalu memprioritaskan pengadaan minyak lewat perusahaan minyak nasional rekanannya. Akibat penggiringan itu, Pertamina cuma mendapat diskon US$ 30 sen per barel, dari yang seharusnya bisa US$ 1,3 per barel.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Achsanul Qosasi mengatakan lembaganya juga pernah memeriksa pengadaan minyak oleh Petral pada 2013 dan 2014. Auditor menemukan beberapa hal yang harus dibenahi dalam pengadaan minyak saat itu. Hasilnya di antaranya dari proses tender, pengiriman, hingga pemilihan partner terdapat masalah. “Pertamina tidak efisien,” ujarnya.

Namun, ia tidak tahu apakah Pertamina sudah menjalankan rekomendasi dari audit pemeriksaan tersebut. “Hasilnya juga sudah kami sampaikan ke Pertamina,” kata Achsanul.

Menurut dia, hasil audit BPK saat itu memang berbeda dengan Kordha Mentha. Sebab, audit konsultan asing hanya berfokus pada pengadaan saja. “Kalau BPK tidak ke situ, pada compliance,” ujar Achsanul.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...