Proyek Gardu Induk Purba Baru “Nyaris Merenggut Nyawa

Panyabungan.StArtNews- Proyek pembangunan Gardu Induk yang bertempat di Saba Purba Desa Purba Baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ‘menelan’ korban. Sisa material dari proyek tersebut menyebabkan badan jalan lintas sumatera berlumpur, pengguna jalan pun mengalami kecelakaan lalu lintas.

Adalah Abdul Waris Matondang (50) warga Pasar Kotanopan Kecamatan Kotanopan, ia salah satu korban kecelakaan lalu lintas akibat material proyek Gardu Induk berupa tanah atau galian C yang berceceran di badan jalan dan berlumpur.

Waris Matondang saat di tanya StArtNews mengatakan baru saja pulang dari Panyabungan menuju Kotanopan, setibanya di tempat kerjadian pada Rabu sore (19/4) kemarin sekira pukul 16.30 WIB, ia melintasi jalan berlumpur dan licin tersebut. Waris Matondang yang ketika itu membonceng istrinya tidak sanggup mengendalikan kendaraan sepeda motornya hingga ia terpental jatuh ke aspal. Akibatnya, Waris mengalami luka-luka di tangan dan pinggangnya, begitu juga dengan istrinya.

“Tadi kami dari Panyabungan mau pulang ke Kotanopan, pas disini jalannya licin karena lumpur tanah,” sebut Waris

Waris bersama istrinya mengaku salah satu korban akibat pekerjaan proyek pembangunan Gardu Induk tersebut, namun dari pengakuan warga setempat, Waris Matondang bukan korban satu-satunya, tetapi sebelum Waris sudah ada korban yang lain.

“Sebelum bapak itu disini juga sudah ada korban yang jatuh,” sebut warga.

Terpisah, tokoh pemuda Muhammad Amin Lubis kepada StartNews mengatakan, proyek Gardu Induk di Saba Purba sudah menyebabkan korban kecelakaan, tentunya kejadian tersebut harus disikapi dan ditindaklanjuti.

“Kami sudah mengetahui ada korban atas proyek pembangunan Gardu Induk, hanya saja kami melihat pihak pengelola atau penanggung jawab proyek tersebut tidak bertanggung jawab. Ini sudah tidak benar menurut kami, kami menganggap ini sebuah kelalaian dari pihak kontraktor, mereka harus bertanggung jawab, dan kami juga meminta kepada Pemerintah dan penegak hukum agar menyikapi hal ini,” kata Amin Lubis yang juga mantan Ketua Umum PC PMII Madina itu.

Amin kembali mengingatkan, apapun bentuk pembangunannya masyarakat pada prinsipnya mendukung program yang bisa menambahkan kesejahteraan hidup masyarakat. Namun, apabila program tersebut bisa membahayakan masyarakat dan tidak memperhatikan lingkungan terutama sektor sosial, perusahaan itu harus siap-siap menghadapi perlawanan dan penolakan.

“Khusus untuk kejadian di proyek Gardu Induk ini, kami meminta pihak yang bertanggung jawab dapat menjelaskan secepatnya, sebelum masyarakat punya anggapan lain, kalau memang itu murni kesalahan pihak kontraktor, mereka harus bertanggung jawab, tetapi kalau memang tidak mau, kami siap melakukan aksi penolakan,” tegasnya.

Reporter : Sakban Azhari

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...