Remaja Palestina Ditembak Mati Israel Saat Bentrokan di Tepi Barat

Remaja Palestina Ditembak Mati Israel Saat Bentrokan di Tepi BaratKorban jiwa kembali berjatuhan di wilayah Tepi Barat. Seorang remaja Palestina ditembak mati saat bentrokan antara para demonstran dengan pasukan Israel pada Senin, 26 Oktober waktu setempat.

Tidak disebutkan nama dan jenis kelamin korban tewas. Kepolisian dan pihak rumah sakit hanya menyebutkan bahwa remaja Palestina tersebut berumur 17 tahun. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/10/2015).

Tidak jelas apa yang memicu terjadinya bentrokan di kota Hebron tersebut. Di kota itu hampir tiap hari terjadi aksi kekerasan atau bentrokan yang marak sejak 1 Oktober lalu.

Sebelumnya pada Senin (26/10), dua warga Palestina melakukan aksi penikaman terhadap warga Israel di Hebron. Kedua pelaku penikaman itu kemudian tewas ditembak tentara-tentara Israel.

Sejak awal bulan ini, setidaknya 53 warga Palestina dan satu warga Arab Israel telah tewas dalam aksi-aksi kekerasan, kebanyakan penikaman. Mereka yang tewas termasuk para pelaku penikaman atau yang mencoba menikam. Selain itu, delapan warga Israel juga tewas.

Sejak meningkatnya kekerasan pada 1 Oktober lalu, otoritas Israel telah menangkap lebih dari 1.000 warga Palestina dan Arab Israel. Kebanyakan dari mereka merupakan para pemuda dan wanita muda.

Dari jumlah itu, menurut Klub Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Club), kelompok kemanusiaan yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat, penangkapan terbanyak yakni sebanyak 221 penangkapan, dilakukan di kota Hebron. Penangkapan terbanyak kedua dilakukan di wilayah Yerusalem timur dengan 201 penangkapan, diikuti kemudian dengan Ramallah, Tepi Barat dengan 138 penangkapan.

Selain itu, sebanyak 160 warga Arab Israel juga telah ditangkap terkait kekerasan dan bentrokan.

Disebutkan Klub Tahanan Palestina, lebih dari 6 ribu warga Palestina saat ini dipenjara oleh Israel. Dari jumlah itu, sebanyak 420 orang di antaranya dikenai penahanan administratif, sebuah prosedur yang memungkinkan penahanan tanpa persidangan selama enam bulan, yang bisa diperpanjang tanpa batas waktu.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...