Satgas Dana Desa Banyak Menerima Laporan dari Sumut

Panyabungan.StArtNews- Pengaduan yang paling besar masuk ke Satgas Dana Desa salah satunya dari Provinsi Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo saat silaturrahmi bersama tenaga pendamping profesional Sumatera Utara (Sumut), di Hotel Madani, Medan, kemarin.

Tapi meskipun begitu, belum tentu semua pengaduan yang masuk ke Satgas Dana Desa benar bermasalah sebelum petugas turun ke lapangan. Untuk itu Menteri Desa menekankan agar tenaga pendamping desa benar-benar mendampingi aparatur desa dalam penggunaan dana desa supaya tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, ditempat terpisah, gencar pemberitaan masalah Bimbingan Tekhnis atau Bimtek Kepala Desa (Kades) bersama Sekretaris Desa (Sekdes) asal Kabupaten Mandailing Natal di luar kota yakni di Parapat dan Kota Medan.

Dari analisis sekretaris wilayah Anak Muda Indonesia atau AMI Sumut Julfian Harahap yang didampingi sekretaris bidang hukum Muda Riski Siregar bahwa dana bimtek tersebut terlalu mahal dimana jumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal mencapai 428 Desa coba kita hitung 10 juta/desa x 428  senilai Rp 4.280.000.000, anggaran yang cukup fantastis tentunya untuk sebuah kegiatan Bimtek para Kades dan Sekdes.

AMI Sumut menduga ada konfirasi dalam kegiatan Bimtek tersebut karena jelas para Kades akan sulit mempertanggungjawabkan kegiatan ini pada Masyarakat, bahkan AMI Sumut melihat ada penekanan pada para Kades sehingga mereka menerima apapun keputusan dana kegiatan Bimtek tersebut.

Yang jadi pertanyaan saat ini kata Julfian, siapa otak dibelakang kegiatan ini. kenapa kegiatan seperti ini harus dibuat di luar Mandailing Natal. Apakah supaya tidak ketahuan atau bagaimana.

Reporter : Zein nasution
Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...